Senin, 18 Juni 2012
STUDI PENGENDALIAN DAN PROTEKSI PENGUATAN MEDAN GENERATOR 15 MW DI PT. PUPUK ISKANDAR MUDA (PIM)
STUDI PENGENDALIAN DAN
PROTEKSI
PENGUATAN MEDAN GENERATOR 15
MW
DI PT. PUPUK ISKANDAR MUDA (PIM)
ABSTRAK
Generator 15 MW (53-GI-7001) di PT. Pupuk Iskandar Muda
merupakan salah satu unit pembangkit energi listrik yang dimanfaatkan untuk
menunjang proses produksi pupuk. Generator 15 MW (53-GI-7001) ialah generator
sinkron tiga fasa yang digerakkan oleh turbin gas tipe MS-5001 untuk
menghasilkan daya listik 15 MW. Proses
pembangkit energi listrik di Generator 15 MW terjadi proses konversi energi
elektromagnetik dari energi mekanik menjadi energi listrik. Proses tersebut
akan membangkitkan tegangan pada generator. Pembangkitan tegangan pada
generator terjadi apabila ada perputaran rotor dan fluksi. Fluksi ada apabila
terjadi penguat medan pada kumparan rotor. Pemberian penguat medan pada rotor
harus dalam arus searah (DC) agar menimbulkan fluksi yang searah. Fluksi ini
akan memotong kumparan stator yang menimbulkan tegangan terbangkit atau gaya
gerak listrik (GGL). Penguat medan yang diberikan pada kumparan rotor mulanya
diperoleh dari luar. Sedangkan pada normal, penguat medan tidak lagi berasal
dari laur. Karena generator sudah menghasilkan penguatan sendiri.
Kata Kunci : Generator,
Penguat Medan, Fluksi, Pembangkitan Tegangan
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
PT. Pupuk Iskandar Muda
merupakan sebuah perusahan badan usaha miliki negara (BUMN) yang bergerak dalam
bidang industri pupuk. Dalam proses produksinya sehari-hari banyak membutuhkan
energi listrik untuk mengerakkan motor-motor baik untuk pompa, maupun untuk
kompresor, pemanas, reaksi kimia, penerangan, dan komunikasi. Peralatan
tersebut memegang peranan yang sangat penting dalam mendukung proses produksi
pupuk. Untuk itu listrik merupakan suatu energi yang sangat mudah didapat dan
dapat diubah keberbagai bentuk energi lain dan mudah dalam pemindahan.
Pemindahan energi dari satu tempat ketempat lainnya. Dengan alasan inilah
listrik dalam suatu proses produksi pupuk merupakan suatu hal yang mutlak harus
ada.
Oleh karena itu perlu suatu
pembangkit energi listrik untuk menghasilkan daya listrik yang cukup bagi
proses produksi. Energi listrik di PT. Pupuk Iskandar Muda diperoleh dari suatu generator utamanya yaitu
Gas Turbin Generator (53-GI-7001).
Gas Turbin Generator (53-GI-7001) ialah generator yang digerakkan oleh turbin
gas dengan kapasitas daya dihasilkan 15 MW.
Dalam proses pembangkitan
energi listrik Gas Turbin Generator (53-GI-7001) terjadi proses
konversi energi elektromagnetik dari energi mekanik menjadi energi listrik.
Proses tersebut akan membangkitkan tegangan pada generator. Yang nantinya bisa
menghasikan daya listrik pada generator tersebut.
Karena pentingnya Gas Turbin Generator (53-GI-7001) sebagai
pembangkit energi listrik yang dimanfaatkan untuk menunjang proses produksi
pupuk. Maka penulis mengambil suatu
rumusan masalah dan menyusun suatu laporan Kerja Praktek dengan judul SISTEM
PEMBANGKITAN TEGANGAN PADA GENERATOR 15 MW (53-GI-7001) Di PT. PUPUK ISKANDAR
MUDA.
1.2 Permasalahan
Objek yang ditinjau dari Kerja
Praktek adalah sistem pembangkitan tegangan pada generator 15 MW di PT. Pupuk Iskandar Muda. Adapun yang menjadi permasalahannya
yaitu :
1. Bagaimana cara pembangkitan tegangan pada generator.
2. Apa-apa yang mempengaruhi dalam
pembangkitan tegangan pada generator.
3. Kapan terjadinya pembangkitan tegangan.
1.3 Pembatasan Masalah
Pembahasan laporan Kerja
Praktek ini penulis hanya membahas tentang pembangkitan tegangan pada generator
15 MW. Dalam hal ini perhitungan dan analisa secara matematis tidak dibahas.
1.4 Tujuan Kerja Praktek
Adapun tujuan dari Kerja
Praktek yang dilakukan di PT. Pupuk Iskandar Muda adalah :
1. Membandingkan, mengamati, menganalisa dan
menerapkan antara ilmu yang didapat dibangku perkuliahan dengan ilmu yang diterapkan
pada Kerja Praktek.
2. Menambah ilmu pengetahuan serta wawasan
mengenai sistem peralatan industri, sarana penunjang, manajemen dan disiplin
perusahaan.
3. Dapat mengetahui secara langsung bagaimana
proses pembangkitan listrik dengan sumber tenaga gas.
4. Dapat mengetahui cara kerja sistem
pembangkitan tegangan pada generator sinkron tiga fasa.
5. Menambah pengalaman di dunia kerja dan hal
tersebut dapat menjadi referensi bagaimana dunia kerja pada kondisi sebenarnya.
1.5 Sistematika Penulisan
Untuk
mempermudah pembahasan dalam laporan Kerja Praktek ini, maka penulis membuat
suatu sistematika pembahasan. Sistematika Pembahasan ini merupakan urutan bab
demi bab. Adapun sistematika pembahasan tersebut
adalah:
BAB I PENDAHULUAN
Bab ini berisi latar belakang,
permasalahan, pembatasan masalah, tujuan, dan sistematika penulisan.
BAB II PROFIL PT. PUPUK ISKANDAR MUDA
Bab ini berisi tentang sejarah
singkat, lokasi, sistem manajemen, struktur organisani, unit produksi, unit
penunjang, sistem kelistrikan dan sistem ditribusi listrik PT. Pupuk Iskandar
Muda.
BAB III DASAR TEORI
Bab ini berisi tentang sistem
pembangkit tenaga listrik, pembangkit tenaga listrik di PT. Pupuk Iskandar
Muda, generator sinkron, prinsip dasar generator, prinsip kerja generator
sinkron, dan proses pembangkitan tegangan.
BAB VI SISTEM PEMBANGKITAN TEGANGAN PADA
GENERATOR 15 MW (53-GI-7001) DI PT.
PUPUK ISKANDAR MUDA
Bab ini berisi tentang prinsip
kerja pembangkit tenaga listrik generator 15 MW, start up control pada
generator turbin gas 15 MW, dan sistem pembangkitan tegangan pada generator 15 MW.
BAB V PENUTUP
Bab ini berisi tentang
kesimpulan dan saran dari kegiatan Kerja Praktek yang dilakukan.
.
BAB II
PROFIL PT. PUPUK ISKANDAR MUDA
2.1 Sejarah
Singkat PT. Pupuk Iskandar Muda
PT. Pupuk Iskandar Muda bergerak
dalam bidang industri pupuk serta industri kimia lainya. Perusahaan ini
didirikan pada tanggal 24 Februari 1982. PT. Pupuk Iskandar Muda memiliki dua pabrik
yaitu pabrik PIM-1 dan PIM-2.
Pabrik PIM-1 pembangunan
proyeknya awalnya dirintis oleh PT. Pusri palembang pada tahun 1981.
Penandatanganan kontrak pembangungan pabrik dilakukan pada tanggal 2 Oktober
1981 antara pemerintah RI yang dilaksanakan oleh Departemen Perindustrian c/q
Dirjen Industri Kimia Dasar dan kontraktor utama PT. Rekayasa Industri
(Persero) dan Toyo Engineering Coporation (TEC) dari Jepang.
Pembangunan pabrik PIM-1
dimulai pada tanggal 13 Maret 1982 dan dapat diselesaikan 3 bulan lebih awal
dari rencana. Pada akhri tahun 1984 pabrik PIM-1 mulai berproduksi. Pengapalan produksi
perdana dilakukan pada 17 Februari 1985 dan pada tanggal 20 Maret 1985 pabrik
PIM-1 diresmikan oleh presiden RI dan beropersi secara komersil dimulai tanggal
1 April 1985.
Pada tahun 1994 proyek
pembangunan pabrik PIM-2 tercatat dalam Blue Book Bappenas dan pada 20 Nopember
1996 Pemerintah menyetujui pembangunan Proyek PIM-2.
Pemancangan tiang pertama
proyek PIM-2 dilakukan pada tanggal 25 Februari 1999, tetapi karena situasi
keamanan tidak kondusif, proyek ini dihentikan pembangunannya sejak 18 Desember
1999 dan baru dimulai pembangunan kembali pada tanggal 3 Juli 2002. Produksi ammonia
(first drop) terjadi pada tanggal 18 Februari 2004 dan pada 15 Agustus 2005 proyek
PIM-2 dinyatakan selesai dan beroperasi secara komersil.
2.2 Lokasi
PT. Pupuk Iskandar Muda
Perusahan PT.
Pupuk Iskandar Muda terletak di wilayah Zona Industri Lhokseumawe (ZILS) + 250 sebelah Timur dari Banda Aceh,
di Krueng Geukueh, Kecematan Dewantara, Kabupaten Aceh Utara, Propinsi Aceh,
Indonesia.
Lokasi pabrik
di Aceh Utara dipilih dengan beberapa pertimbangan, yaitu :
·
Berdekatan dengan sumber cadangan bahan baku gas bumi yang
sangat besar di Arun.
·
Berdekatan dengan sumber air baku di sungai Peusangan.
·
Sinergi sarana pelabuhan dengan PT. Asean Aceh Fertilizer
dan Pelabuhan Umum.
·
Sinergi pipa gas alam dengan PT. Asean Aceh Fertilizer.
·
Di jalur lalulintas kapal lnternasional, Selat Malaka,
sehingga sangat strategis terhadap negara sasaran ekspor.
Untuk pengembangan usaha, PT.
Pupuk Iskandar Muda telah menyediakan lahan, lengkap dengan fasilitas pendukung
seluas 323 ha, yang terdiri dari :
·
Areal Pabrik dan Perkantoran : 162 Ha
·
Perumahan dan sarana/fasilitas seluas: 161 Ha
2.3 Sistem Manajemen dan
Struktur Organisasi PT. Pupuk Iskandar Muda
PT. Pupuk Iskandar Muda
merupakan
sebuah perusahaan yang berbentuk badan
usaha miliki negara (BUMN) yang seluruh sahamnya dimiliki pemerintah. Struktur
Organisasi PT. Pupuk Iskandar Muda mengikuti sistem organisasi garis dan Staf
Dewan Komisaris bertindak sebagai pengawas semua kegiatan yang dilakukan oleh
Dewan Direksi dan menetapkan kebijaksanaan umum yang harus dilakukan. Kedudukan
Direksi adalah sebagai mandataris Dewan Komisaris yang mengawasi seluruh fungsi
operasional perusahaan.
Dewan Direksi PT. Pupuk
Iskandar Muda terdiri atas :
1. Direktur Utama
2. Direktur Produksi, Teknik dan Pengembangan
3. Direktur Komersil
4. Direktur SDM dan Umum
Dalam operasionalnya Direksi
dibantu oleh Kepala Kompartemen dan Kepala Departemen / Biro yang bertanggung
jawab pada Dewan Komisaris. Pimpinan tertinggi produksi dipegang oleh Direktur
Produksi Teknik dan Pengembangan, yang membawahi langsung Biro Perencanaan
Produksi dan Pengawasan Proses, Biro Inspeksi dan K-3, serta Kompartemen Produksi. Kompartemen
Produksi membawahi langsung Departemen Operasi I, Departemen Operasi II,
Departemen Pemeliharaan dan Kepala Shift. Pada kesempatan Kerja Praktek ini
penulis ditempatkan di Departemen Pemeliharaan, dimana Kepala Departemen
dibantu oleh lima Kepala Bagian yaitu :
·
Kabag. Rendal Har
·
Kabag. Perbengkelan dan Alat berat
·
Kabag. Har Lapangan
·
Kabag. Har Listrik
·
Kabag. Har Instrument
Adapun tugas Departemen Permeliharaan
secara garis besar adalah :
·
Memelihara dan merawat setiap peralatan pabrik yang sedang
beroperasi, agar semua peralatan dapat bekerja dengan baik tanpa adanya
kerusakan-kerusakan yang tidak diinginkan.
·
Merencanakan dan mengendalikan setiap langkah perbaikan
Preventif Maintenance.
·
Menye1enggarakan revisi tahunan (perbaikan tahunan) setiap 12
bulan sampai 18 bulan sekali tergantung kondisi mesin dan peralatan (seperti
Rotaring Machine dan Catalyst Performance).

Gambar 2.1 Struktur Organisasi PT. Pupuk Iskandar Muda
2.4 Unit Produksi PT. Pupuk Iskandar Muda
PT. Pupuk Iskandar Muda
mempunyai dua pabrik yaitu pabrik PIM-1 dan PIM-2. Setiap pabrik mempunyai tiga
unit produksi yaitu unit utility, unit ammonia, dan unit urea. Unit-unit
tersebut saling berkaitan.
Unit-unit pabrik PIM-1 antara
lain :
·
Unit utility PIM-1 adalah pabrik yang menyediakan bahan baku
dan penunjang untuk kebutuhan operasi seluruh pabrik PIM-1. Proses produksi yang terjadi di unit utility PIM-1 antara lain
pengolahan air bersih untuk bahan baku, air untuk pendingin, air bebas mineral
untuk boiler, uap air (steam), udara instrumen, tenaga listrik, dan oksigen
serta nitrogen. Bahan baku berupa air diperoleh dari Krueng Peusangan. Tenaga
listrik dibangkitkan oleh Generator Turbin Gas berkapasitas 15 MW. Bahan baku
udara yang diperoleh dari udara bebas di dalam Fractionation Colum didinginkan
dengan berdasarkan perbedaan titik embun, sehingga unsur oksigen dan nitrogen
dapat dipisahkan lagi. Bagian unit utility terdiri dari unit water intek
facility, unit pengolahan air (Clarifaier, Grafity Sand Filter, Filter Water
Reservoir, Activaced Carbon Filter, Demineralizer), unit pembangkit steam (Package
Boiler, Waste Heat Boiler), unit udara instrument/udara pabrik, unit air
separation plant, unit gas matering station, unit pengolahan limbah, unit CO2
dan dry Ice, dan unit pembangkit listrik (Main Generator, Stand By Generator,
dan Emergency Generator).
·
Unit ammonia PIM-1
dengan kapasitas design pabriknya 1.000
ton ammonia per hari yang telah dioptimalkan menjadi 1.170 ton ammonia per hari
atau 386.000 ton ammonia per tahun, mengunakan teknologi Kellog, Amerika dengan
bahan baku gas alam, uap air (steam), dan udara. Gas alam dibebaskan dari
senyawa impurities (senyawa-senyawa ikutan) kemudian diubah menjadi gas sintesa
H2, CO2 dan N2. Gas sintesa kemudian dikonversikan
menjadi ammonia, setalah beberapa reaksi dan pemurnian, ammonia ini siap dikririm
untuk pabrik urea atau sebagai produksi langsung ammonia. Dari proses reaksi
dan pemurnian gas sintesa menghasilkan juga karbon dioksida (CO2)
sebagai produk samping.

Gambar 2.2 Block
Diagram Proses Plant Ammonia.
Adapun proses produksi di
pabrik ammonia adalah sistem persiapan gas umpan baku (Desulfurizer, Mercury
Guard Chamber, CO2 Pretreatment Unit, Hydrotreater, ZnO Guard
Chamber), sistem pembuatan gas sintesa (Primary Reformer, Secondary Reformer,
Shift Converter), sistem pemurnian gas sintesa (CO2 Absorber, CO2
Stripper, Methanator), sistem sintesa ammonia pendinginan ammonia, sistem
daur ulang ammonia, dan sistem daur ulang hidrogen (HRU) .
·
Unit urea PIM-1 menggunakan teknologi Mitsu Toatsu Total Recycle
C Improved, Jepang dengan kapasitas desainnya sebesar 1.725 ton urea per hari
atau 570.000 ton urea per tahun. Unit Urea PIM-1 adalah pabrik yang mengolah
pupuk urea jenis prill berukuran 18 mesh dengan mereaksikan ammonia (NH3)
dan karban dioksida (CO2) yang diperoleh dari unit ammonia menjadi Urea (NH2CONH2)
di dalam Reaktor (52-DC-101) dengan tekanan 250 Kg/cm2G dan
temperatur 200 oC yang mengahasilkan larutan urea dengan konsentrasi
urea 32%. Larutan urea dari Reaktor dimurnikan lagi dari H2O, ammonia
berlebih, dan ammoniam carbamat di seksi purifikasi dengan cara penurunan
tekanan dan pemanasan. Penurunan tekanan di seksi purifikasi ini dalam tiga
tingkat tekanan (17 Kg/cm2G, 2,5 Kg/cm2G, dan
1 Atmospheric) konsentrasi urea dari hasil purifikasi dengan konsentrasi
74%. Setelah itu dimurnikan di kristallisasi dengan cara vacum dengan tekanan 120 mmHg, lalu diumpankan ke Centrifuge (52-GF-201A/F)
untuk dibuat powder (tepung), dengan cara memisahkan kristal
urea dengan larutan induk. lalu dikeringkan di Fluidizing Dryer (52-FF-301) dan dihembus oleh
Force Fan For Dryer (52-GB-301) dan hisap di oleh Induce Fan For Drayer (52-GB-302), lalu masuk ke Cyclone (52-FC-301A/D),
Screw Converyor To Melter (52-JD-301A/B) untuk diratakan, kemudian dilelehkan kembali dalam Melter
(52-EA-301) dengan menggunakan steam sebagai pemanas. Lalu di arahkan melalui
Acustic Granulator (52-PF-301A/L) jatuh bagaikan hujan dengan ketinggian 60
meter yang kemudian akan memadat setelah didinginkan di Fluidizing Cooler
(52-FD-302) dengan udara dari Blower For Fluidizing Cooler (52-GB-303). Kemudian
over flow yang jatuh ke Troemmel
(52-FD-303) yang memisahkan butiran-butiran urea yang over size dari
produk. Urea produk yang dihasilkan
diangkut oleh Belt Scale (52-JF-301) yang akan disimpan dalam bulk storage atau
dikirim ke unit pengantongan.

Gambar 2.3 Block Diagram Proses
Plant Urea.
Adapun proses yang terjadi di
pabrik urea PIM-1 adalah seksi sintesa, seksi purifiksi (penguraian/pemurnian),
seksi recovery (daur ulang) dan seksi pengkristalan dan pembutiran.
Unit-unit pabrik PIM-2 antara
lain :
·
Unit utility PIM-2 adalah pabrik yang menyediakan bahan baku
dan penunjang untuk kebutuhan operasi seluruh pabrik PIM-2. Proses produksi yang terjadi di unit utility PIM-2 antara lain
pengolahan air minum, air bersih, air pendingin, air proses, steam, tenaga
listrik, intrument air, plant air, nitrogen gas dan mengolah limbah cair.
·
Unit ammonia PIM-2 mengunakan teknologi Kellog Brown &
Root, Amerika Serikat, dengan kapasitas
design pabriknya 1.200 ton ammonia per hari atau 390.000 ton ammonia per tahun.
Unit ammonia PIM-2 adalah pabrik yang mengolah bahan baku gas alam menjadi
ammonia (NH3) sebagai produk utamanya dan karban dioksida (CO2)
sebagai produk samping.
·
Unit urea PIM-2 menggunakan teknologi Advences Process For Cost
and energy saving (ACES) - TEC, Jepang dengan kapasitas desainnya sebesar 1.725
ton urea per hari. Unit Urea PIM-2 adalah pabrik yang mengolah pupuk urea jenis
granul dengan ukuran 2-4 mm dengan mereaksikan ammonia (NH3) dan
karban dioksida (CO2) yang diperoleh dari unit ammonia menjadi Urea (NH2CONH2).
Adapun proses yang terjadi di pabrik urea PIM-2 adalah seksi sintesa, seksi
purifiksi (penguraian/pemurnian), seksi konsentasi, seksi ganulaasi, seksi
recovery (daur ulang), dan seksi proses condensate treatment.
2.5 Unit
Penunjang Produksi PT. Pupuk Iskandar Muda
Kelancaran produksi PT. Pupuk Iskandar Muda
tidak terlepas dari unit-unit penunjang produksinya. Adapun unit-unit penujang
produksinya antara lain :
·
Unit pelabuhan PT. Pupuk Iskandar Muda mampu disandari
kapal-kapal curah berbobot mati sampai 25.000 DWT. Ke dalaman rata-rata 10,5
meter pada saat air surut dan dilengkapi dengan sarana untuk memuat pupuk curah
ke dalaman kapal (Ship Loader). Serta sarana air minum dan sarana navigasi.
·
Gudang urea curah lengkap dengan portal Scrapper dan Ban
berjalan.
·
Laboratorium pengendalian produksi yang berada unit utility,
unit ammonia dan unit urea.
·
Laboratorium utama yang selalu memeriksa mutu hasil produksi
dan memonitor limbah.
·
Perbengkelan yang menunjang pemeliharaan pabrik dan perbengkelan
perbaikan alat-alat dan kenderaan.
2.6 Sistem Kelistrikan PT. Pupuk Iskandar Muda
PT. Pupuk Iskandar Muda adalah
sebuah perusahaan yang berproduksi secara terus-menerus. Dalam menunjang proses
produksinya tentu memerlukan energi listrik yang cukup. Penyediaan tenaga
listrik tidak dapat diandalkan pada satu pembangkit saja, karena dapat saja
terjadi gangguan pada saat pembangkit sedang beroperasi. Untuk menjamin
tersedianya tenaga listrik secara kontinyu pada beban tertentu atau beban yang
sama sekali tidak diperbolehkan kehilangan tenaga listrik, maka pembangkit
listrik harus memiliki beberapa pembangkit, yaitu :
·
Turbin Gas Generator (Main Generator) berkapasitas 15 MW
·
Turbin Gas Generator Stand By (Stand By Generator)
berkapasitas 1,5 MW
·
2 unit Diesel Engine Generator Emergency (DEG) berkapasitas
760 KW dan 350 KW
Dalam kondisi baik, koordinasi
dari Generator utama, Generator Stand by, dan Generator Emergency adalah
sebagai berikut :
1. Bila terjadi Power Failure, maka UPS langsung
mensupply daya ke peralatan Instrumentasi yang sama sekali tidak boleh adanya
pemutusan daya, dengan kebutuhan baterai sebagai sumber tenaga UPS.
2. Bila terjadi penurunan tegangan yang
disebabkan matinya Generator utama maka DEG 760 KW dan 350 KW akan start secara
otomatis untuk mensupply daya ke beban-beban emergency dan UPS, dimana sistem
ini akan menggantikan fungsi baterai sebagai tenaga UPS dan menjalankan
peralatan - peralatan kritis lainnya seperti pompa minyak pelumas, pompa bahan
bakar, pengisian baterai dan lampu - lampu emergency (darurat).
3. Bila DEG 760 KW dan 350 KW sudah
stabil berjalan (2 menit setelah start), maka Generator Stand By 1,5 MW
dihidupkan secara manual untuk memenuhi kebutuhan pompa listrik di unit
Utility, Ammonia, Urea dan penerangan.
2.7 Sistem Distribusi Listrik PT. Pupuk Iskandar Muda
Fungsi dari sistem distribusi
adalah menyalurkan dan mendistribusikan tenaga listrik dari pusat supply ke
pusat - pusat / kelompok beban dan konsumen dengan mutu penyaluran yang
memadai.
a. Keandalan Sistem
Distribusi
Kontinuitas pelayanan
tergantung pada macam sarana penyaluran peralatan pengaman. Sarana penyalur
atau jaringan distribusi mempunyai tingkat kontinuitas yang tergantung pada
susunan saluran dan cara pengaturan operasinya, pada hakikatnya direncanakan
dan dipilih untuk memenuhi kebutuhan dan sifat beban.
b. Sistem Saluran
dan Jaringan Distribusi
Saluran distribusi pada PT.
Pupuk Iskandar Muda ini adalah saluran bawah tanah (underground cable).
Keuntungan pemakaian saluran bawah tanah ini adalah tidak terpengaruh oleh
gangguan cuaca buruk seperti angin, hujan, petir, dan lebih indah karena tidak
mengganggu pandangan sedangkan kerugiannya adalah segi ekonomis, biaya
pembangunannya lebih mahal dan perbaikannya sukar bila terjadi gangguan,
sedangkan di pabrik 2 saluran distribusinya under ground cable dengan
menggunakan lock-lock cable untuk tempat penyalurannya.
Jaringan distribusi pada PT.
Pupuk Iskandar Muda menggunakan :
·
Sistem simple-radial
·
Sistem Loop Primary-radial.
Sistem jaringan radial
mempunyai beberapa keuntungan antara lain biaya investasi relative rendah,
bentuk jaringan sederhana. Tetapi dari segi kehandalan sistem radial ini
terburuk, sebab bila feeder atau trafo mengalami gangguan maka kelompok beban
tersebut mengalami gangguan. Oleh sebab itu harus diperhatikan dan
diperhitungkan koordinasi reley proteksinya. Agar jika terjadi gangguan,
pemutus yang bekerja hanya pada beban yang terganggu saja. Sistem loop
primary-radial dipergunakan pada unit ammonia, walaupun sumber tenaga listrik
yang dipakai berasal dan satu sumber saja. Hal ini bertujuan agar salah satu
saluran mengalami gangguan, dapat dialihkan kesaluran yang lain.
c. Pengaman Sistem Distribusi
Sistem pengaman bertujuan untuk
mencegah atau membatasi kerusakan pada jaringan beserta peralatannya, dan
keselamatan umum yang disebabkan karena gangguan dan meningkatnya kelangsungan
produktifitas pabrik dan keperluan fasilitas perusahaan.
Pelaksanaan tugas dan pengamanan dapat diperinci sebagai
berikut :
·
Melakukan koordinasi dengan sisi tegangan tinggi.
·
Mengamankan peralatan dan kerusakan karena arus lebih.
·
Membatasi kemungkinan terjadinya kecelakaan.
·
Secepatnya pembebasan pemadaman karena gangguan.
·
Membatasi daerah yang mengalami pemadaman.
·
Mengurangi intensitas pemutusan tetap karena gangguan.
d. Normal Power Supply
Dalam keadaan normal, daya
listrik disupply oleh generator utama yang berkapasitas 15 MW, 13.8 kV yang
digerakkan oleh turbin gas. Daya listrik yang dibangkitkan tersebut
distribusikan melalui busbar 13,8 kV di dalam Switch Gear Main dan Utility
untuk seterusnya didistribusikan ke seluruh areal pabrik dan perumahan.
Daya listrik yang berasal dari
bus 13,8 kV ini didistribusikan ke pusat beban melalui masing - masing Swicth
Room (Gardu - Gardu) berikut :
·
Switch room Main and Utility (Ruang Kontrol Utama dan
Utility).
·
Switch room Urea Unit (Ruang Kontrol Unit Urea).
·
Switch room Urea Handling and Storage Facility (Ruang Kontrol
Penanganan dan Unit Fasilitas Urea).
·
Switch room Air Sparation Facility (Ruang Fasilitas Udara Pendingin).
·
Swicth room Water in Take Facility (Ruang Fasilitas
Pengontrolan Air).
·
Swicth room Housing Colony (Ruang Kontrol untuk Penerangan
Perumahan).
·
Sedangkan untuk pabrik 2 distribusi, switch room dibangun
dalam satu gedung (satu gardu MSB)
BAB III
DASAR TEORI
3.1 Sistem
Pembangkit Tenaga Listrik
Pembangkit tenaga listrik berfungsi untuk mengkonversikan sumber energi
primer menjadi energi mekanik penggerak generator, yang selanjutnya energi
mekanik ini diubah menjadi energi listrik oleh generator. Pembangkit tenaga
listrik sebagian besar dilakukan dengan cara memutar generator sinkron sehingga
didapat tenaga listrik dengan tegangan bolak-balik tiga fasa. Energi mekanik
yang diperoleh untuk memutar generator sinkron didapatkan dari mesin penggerak
generator atau biasa disebut penggerak
mula (prime mover). Mesin penggerak generator yang banyak digunakan dalam
pabrik, yaitu mesin diesel, turbin uap, turbin air, dan turbin gas. Mesin-mesin
penggerak generator ini mendapat energi dari :
·
Proses
pembakaran bahan bakar (mesin-mesin termal)
·
Air
terjun (turbin air)
·
Tekanan
steam (Turbin uap)
·
Tekanan
gas (Turbin gas)
3.1.1 Jenis-Jenis Pembangkit Listrik
Pada dasarnya pembangkit itu dibagi dua
yaitu pembangkit konvensional dan pembangkit non konvensional. Pembangkit yang
lazim digunakan saat ini yaitu pembangkit
jenis konvensional, jenis-jenis pembangkitnya yaitu sebagai berikut :
·
Pembangkit
Listrik Tenaga Air (PLTA)
·
Pembangkit
Listrik Tenaga Diesel (PLTD)
·
Pembangkit
Listrik Tenaga Uap (PLTU)
·
Pembangkit
Listrik Tenaga Gas (PLTG)
·
Pembangkit
Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU)
·
Pembangkit
Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTGU)
·
Pembangkit
Listrik Tenaga Nuklir (PLTN).
Sedangkan pembangkit listrik non
konvensional umumnya masih dalam tahap riset sehingga belum merupakan pusat
pembangkit listrik. Khusus untuk pembangkit tenaga listrik tenaga surya, sudah
dibangun ditempat-tempat yang jauh dari jaringan PLN dengan memanfaatkan energi
matahari. Adapun jenis-jenis pembangkit non konvensional ini adalah :
·
Pembangkit
Listrik Tenaga Surya
·
Pembangkit
Listrik Tenaga Angin
·
Fuel
Cell (Sel Bahan Bakar)
·
Pembangkit
Listrik Biomassa Solar
·
Pembangkit
Listrik Limbah Kayu
·
Pembangkit
Listrik Gelombang Laut dan lain sebagainya.
3.2 Pembangkit Tenaga Listrik Di PT. Pupuk Iskandar Muda
PT. Pupuk Iskandar Muda adalah industri yang bekerja secara
kontinyu, untuk menunjang kerja tersebut maka tenaga listrik harus tersedia
secara cukup. Penyediaan tenaga listrik tidak dapat diandalkan kepada satu
pembangkit tenaga listrik saja, karena dapat saja terjadi gangguan seketika
pada saat pembangkit tenaga listrik tersebut beroperasi normal. Untuk menjamin
tersedianya tenaga listrik secara terus-menerus pada beban-beban tertentu pabrik
PT. Pupuk Iskandar Muda mempunyai tiga unit pembangkit tenaga listrik yaitu :
·
Gas Turbin Generator 15 MW
·
Solar Turbin Generator 1,5 MW
·
Diesel Engine Generator Emergency 350 KW.
3.2.1 Pembangkit Utama Gas Turbin Generator
Gas Turbin Generator utama ini merupakan generator utama dalam
keadaan operasi normal dirancang untuk dapat memenuhi kebutuhan pabrik utility,
ammonia, urea, offsite, maintenan shop, perkantoran, dan perumahan.
Gas turbin
generator ini menghasilkan daya sebesar 15 MW dengan tegangan 13,8 KV, 3 phasa,
50 Hz yang digerakkan oleh turbin gas.
3.2.2 Pembangkit Stand By Solar
Turbin Generartor 1,5 MW
Fungsi dari pembangkit
stand by ini ialah bila terjadi gangguan listrik (power failure) pada
pembangkit utama, untuk mempertahankan kondisi pabrik tidak sampai shut down
total, maka dijalankan untuk membantu daya (memback-up power) listrik secara
terbatas ke pabrik utility, ammonia, dan urea. Pembangkit stand by ini hanya
mampu dibebani lebih kurang 1,5 MW.
Pada dasarnya
prinsip kerja stand by turbin generator ini sama dengan prinsip kerja generator
utama, hanya saja pada generator stand by ini menggunakan dua bahan bakar (Double
fuel system) yaitu solar dan gas.
Double fuel
system ialah suatu sistem yang dapat menggunakan salah satu bahan bakar solar
atau gas. Bukan berarti dalam pengoperasiannya menggunakan dua bahan bakar
sekaligus.
3.2.3 Pembangkit Diesel Engine Generator
Emergency
Apabila terjadi gangguan
listrik (electric failure) karena generator utama mati (shut down), maka untuk
melindungi peralatan-peralatan kritis (peralatan yang tidak boleh mati secara
langsung dan tiba-tiba). Generator Emergency ini akan start secara otomatis
dalam waktu 10 detik setelah gangguan listrik (electric failure) terjadi,
pembebanan juga dilakukan secara otomatis.
Prinsip kerja
diesel engine generator sama saja dengan mesin diesel biasa dimana sebagai
penggerak mula starting menggunakan motor DC atau dinamo start. Solar yang
telah dikabutkan dimasukkan dalam ruang pembakaran dan diberi tekanan mula sehingga
kenaikan temperatur dan panas pembakaran diperoleh dari kompresi udara di dalam
cylinder, akibat gerak translasi dari piston sehingga udara di dalam ruang kompres
mengalami kenaikan tekanan sedemikian rupa, lalu bahan bakar disemprotkan ke
dalam cylinder melalui pipa injector agar timbul proses pembakaran.
Proses
pembakaran pada mesin diesel dimulai dari langkah hisap kemudian langkah
kompresi, seterusnya langkah usaha dan selanjutnya diteruskan ke langkah buang.
Proses ini berlanjut secara terus-menerus untuk memutar poros sehingga
generator berputar.
3.3 Generator Sinkron
Generator
sinkron adalah merupakan generator arus bolak-balik yang dapat mengubah energi
mekanik menjadi energi listrik. Untuk penggerak mula generator dengan daya yang
besar digunakan turbin air, gas dan uap. Sedangkan generator dengan daya
yang kecil yang biasanya dimiliki oleh
perorangan atau pabrik-pabrik disebut generator set yang dijalankan oleh mesin
diesel, sebagai generator. Besarnya energi mekanik ini mempunyai frekuensi
listrik sebanding dengan jumlah kutub
dan putaran yang dimilikinya. Akibat perputaran rotor generator tersebut
berarti akan memutar kumparan yang berada dalam medan magnet dan akan
membangkitkan tegangan pada terminal stator.
Hampir semua
energi listrik dibangkitkan dengan menggunakan generator sinkron. Generator
sinkron sering disebut altenator merupakan mesin sinkron yang digunakan untuk
mengubah daya mekanik menjadi daya listrik. Generator sinkron dapat berupa
generator sinkron tiga fasa atau generator sinkron satu fasa tergantung dari
kebutuhan.
3.4 Prinsip Dasar Generator
Generator merupakan sebuah
mesin listrik yang dapat mengubah daya mekanik menjadi daya listrik. Jika
sepotong kawat terletak diantara kutub-kutub magnet, kemudian kawat tersebut
diputar, maka diujung kawat itu akan timbul gaya gerak listrik (ggl) karena
induksi.
Rangkaian listrik
generator terdiri dari lilitan jangkar, komutator, sikat-sikat dan lilitan
medan kecuali pada jangkar kecil, lilitan jangkar terdiri dari kumparan yang
dililitkan membentuk suatu bentuk dan ukuran tertentu.
Generator sinkron
harus memiliki 3 syarat utama untuk bisa menjadi pembangkit energi listrik,
yaitu :
·
Medan magnet (magnetic field) yaitu adanya induksi
megnetic disekitar penghantar atau konduktor.
·
Penghantar (konduktor) berfungsi sebagai jalan atau media
induksi magnetik untuk menjadi tegangan atau beda potensial.
·
Pergerakan konduktor (relative motion) yaitu gerakan
yang terus menerus atau konstan yang berfungsi agar induksi dari satu penghantar
yang berputar (rotor) dapat memotong induksi dari penghantar tetap (stator)
atau yang disebut dengan perpotongan medan magnet atau perpotongan fluks
magnetik (garis-garis medan magnet).
Pada dasarnya generator berkerja
berdasarkan prinsip induksi elektromagnetik, dimana bila sebuah penghantar
digerakkan di dalam medan magnet, fluks magnet akan terpotong dan gaya gerak
listrik akan terjadi di dalam pengahantar tersebut. Terbangkitnya electromative
force (emf) atau gaya gerak listrik (ggl) pada didasari oleh empat hukum utama.
1.
Berdasarkan Hukum
Faraday dapat diketahui bahawa apabila magnetic flux yang melingkari suatu
rangkaian listrik berubah-ubah, maka rangkaian listrik tersebut akan terbangkit
tegangan listrik.
E induksi =
..................................................................................... 3.1
Dimana : E induksi = gaya
gerak listrik yang diinduksikan (Volt ; V)
2.
Hukum maxwell pertama atau yang lebih dikenal dengan Hukum
Biot-Savart yaitu integral keliling dari kuat medan magnet berbanding lurus
dengan arus listrik yang terkurung oleh integral keliling tersebut.
..... Keterangan : H = kuat
medan magnet (A/m)
dl = element integral
keliling (m)
s = rapat arus (A/m2)
..... ds = element permukaan (m2)
3.
Hukum Hopkinson sering disebut hukum ohm untuk medan magnet.
Besar flux sama dengan gaya gerak magnet (ggm) dikali dengan daya hantar
magnet.
Dimana :
= flux (weber; wb)
W = jumlah lilitan
I = arus listrik (ampere; A)
4.
Hukum Lenz yang menyatakan bahwa suatu tegangan yang di
induksi akan menyebabkan arus listrik dalam suatu rangkaian dengan arah
sedemikian rupa sehingga medan magnet yang ditimbulkan akibat arus listrik
tersebut akan memotong perubahan yang dihasilkan arus tersebut.
Sebuah generator sinkron
dirancang serta dibuat untuk menghasilkan tegangan tertentu pada frekuensi
tertentu pula. Banyaknya belitan dari kumparan stator tergantung dari banyaknya
kutub magnet rotor dan kecepatan putar kutup magnet tersebut. Dalam suatu
generator sinkron, hubungan antara kecepatan putar rotor, frekuensi, dan jumlah
kutub dapat ditentukan dengan rumus :
Keterangan : Ns = besarnya putaran sinkron (rpm)
f = frekuensi (Hz)
p = jumlah
kutub
3.5 Prinsip
Kerja Generator Sinkron
Adapun prinsip kerja dari generator sinkron secara umum adalah sebagai
berikut :
1. Kumparan medan yang terdapat pada rotor dihubungkan dengan sumber
eksitasi tertentu yang akan mensuplai arus searah terhadap kumparan medan. Dengan adanya arus
searah yang mengalir melalui kumparan medan
maka akan menimbulkan fluks yang besarnya terhadap waktu adalah tetap.
2. Penggerak mula
(Prime Mover) yang sudah terkopel dengan rotor segera dioperasikan sehingga
rotor akan berputar pada kecepatan nominalnya.
3. Perputaran rotor tersebut sekaligus akan memutar medan magnet yang dihasilkan
oleh kumparan medan. Medan putar yang dihasilkan pada rotor, akan diinduksikan
pada kumparan jangkar sehingga pada kumparan jangkar yang terletak di stator
akan dihasilkan fluks magnetik yang berubah-ubah besarnya terhadap waktu.
Adanya perubahan fluks magnetik yang melingkupi suatu kumparan akan menimbulkan
gaya gerak listrik (ggl) induksi pada ujung-ujung kumparan tersebut, hal
tersebut sesuai dengan Persamaan 3.5 dan Persamaan 3.6 berikut :
........................................................................................... 3.5

................................................................................................... 3.6
Dimana
: Em = ggl induksi
maksimum (Volt) ; Eeff = ggl induksi efektif (Volt) N = jumlah lititan;
e = ggl induksi dalam keadaan transient (Volt) C =
konstanta; f = frekuensi (Hz); n = putaran
rotor (rpm)
Øm = fluk magnet maksimun (Waber)
Untuk generator sinkron tiga phasa, digunakan
tiga kumparan jangkar yang ditempatkan di stator yang disusun dalam bentuk
tertentu, sehingga susunan kumparan jangkar yang sedemikian akan membangkitkan
tegangan induksi pada ketiga kumparan jangkar yang besarnya sama tapi berbeda
fasa 1200 satu sama lain.
3.6 Proses Pembangkitan Tegangan
Pembangkitan
tegangan merupakan proses yang paling penting dalam suatu pembangkit energi
listrik. Dalam proses ini pula energi listrik didapatkan dari konversi energi
mekanik. Energi mekanik ini
dimanfaatkan untuk memutar rotor generator dalam pembangkitan energi listrik.
Penghantar yang berputar di dalam suatu medan
magnet yang memotong garis-garis medan magnet (ggm), maka kawat penghantar
tersebut akan menghasilkan tegangan listrik. Berdasarkan hukum faraday dapat
dirumuskan :
E = B.L.V Sin
........................................................................................... 3.7
Dimana : E = Tegangan sesaat yang dibangkitkan dalam kawat
B =
Kerapatan fluks
L =
Panjang konduktor
V =
Kecepatan gerak konduktor
Jadi dapat dikatakan bahwa
untuk membangkitkan tenaga listrik maka dibutuhkan :
·
Arus penguat medan untuk menghasilkan fluks magnetic
·
Kawat penghantar ( konduktor ) dimana tegangan dibangkitkan
·
Putaran
Pada generator AC belitan medan
ditempatkan dalam slot – slot pada rotor.
Belitan ini dicatu dengan arus searah melalui slip ring atau sikat –
sikat. Penguat medan yang diperoleh dari
sumber DC disebut eksiter, eksiter dapat berupa rangkaian penyearah elektronik
ataupun sebuah generator DC yang ditopling langsung dengan proses altenator.
Pada generator AC yang besar
biasanya belitan jangkar ditempatkan dalam slot-slot stator. Pada saat medan berputar garis-garis fluks
akan memotong kawat-kawat penghantar pada stator yang disusun sedemikian rupa
sehingga diinduksikan tegangan yang sinusiodal.
Dalam suatu generator AC
(Altenator) hubungan setara kecepatan putaran rotor (rpm). Frekuensi (Hz) dan
jumlah kutub (p) secara matematis dapat ditulis :
n = 120f/P................................................................................................... 3.8
Dimana : n = Jumlah putaran permenit (RPM)
p = Jumlah Kutup
f = Frekwensi (Hz)
Seperti kita ketahui bahwa
kemagnetan dapat menimbulkan kelistrikan.
E = c.n.
................................................................................................... 3.9
Dimana : c = Konstanta
N = putaran generator
Dari persamaan diatas dapat disimpulkan bahwa :
Tegangan generator akan naik bila putaran (n) turbin naik.
Fluksi (
) yang dihasilkan rotor tergantung dari besarnya arus
penguat medan (if) sehingga yang dihasilkan mengalir melalui slip ring
dapat dianggap besarnya fluksi sebanding dengan arus penguat medan (if) sehingga persamaan diatas
dapat dirumuskan menjadi :
E = C.n.If ............................................................................................... 3.10
Dimana : C
= Konstanta yang lain
n
= Putaran Rotor Generator
If
= Arus Penguat Medan
Pada putaran konstan, tegangan generator menjadi sebanding
dengan arus penguatnya. Dari rumusan di atas dapat kita lihat bahwa apabila
putaran kita naikkan sedangkan fluksi tetap, maka tegangan yang kita dapatkan
juga naik, sementara itu fluksi dihasilkan tergantung pada besarnya arus
penguat.
BAB IV
SISTEM PEMBANGKITAN TEGANGAN PADA
GENERATOR 15 MW
(53-GI-7001) DI PT. PUPUK ISKANDAR MUDA
4.1 Pendahuluan
Generator 15 MW di PT. Pupuk
Iskandar Muda merupakan salah satu unit pembangkit energi listrik yang
dimanfaatkan untuk menunjang proses produksi dan menjadi generator utama untuk
penyuplai energi listrik. Generator 15 MW yang digunakan di PT. Pupuk Iskandar
Muda adalah generator turbin gas dengan kapasitas 15 MW, tegangan 13,8 KV,
frekuensi 50 Hz, dan faktor daya 0,8.
Generator 15 MW ini merupakan jenis generator sinkron tiga fasa dengan
memiliki dua kutub. Proses pembangkitan energi listrik di generator 15 MW terjadi
proses konversi energi elektromagnetik dari energi mekanik menjadi energi
listrik. Dalam proses tersebut terjadi
pembangkitan tegangan pada generator yang merupakan proses yang paling penting
dalam suatu pembangkit energi listrik.
4.2 Prinsip Kerja Pembangkitan Tenaga Listrik
Generator 15 MW
Turbin gas
pada dasarnya adalah motor bakar yang menghasilkan energi panas kemudian diubah
menjadi energi mekanik melalui proses thermodinamika. Motor Cranking (53-GI-7001M) dijalankan dari
kontrol room untuk memutar rotor kompresor. Dengan berputarnya kompresor, udara
luar akan dihisap ke dalam bagian kompresor melalui lubang pemasukan udara oleh
rotor kompresor.
Udara bertekanan (compressor
air) yang keluar dari kompresor mengalir ke combustion chamber (ruang
pembakaran). Di dalam ruang pembakaran, udara ini dicampur dengan bahan bakar
gas (fuel) yang bertekanan 17-21 kg/cm2G dan dibakar
oleh suatu alat penyalaan atau spark plug ignition. Hasil pembakaran berupa gas
panas yang bertekanan tinggi disalurkan ke turbin melalui nozzle sehingga
menghasilkan gerak perputaran turbin dengan cara difusi gas oleh sudu-sudu
turbin. Tekanan dan suhu gas ini akan menurun apabila telah memutar rotor
turbin dan selanjutnya keluar melaui diffuser gas buang turbin. Setelah putaran
turbin kurang lebih 2960 RPM secara otomatis
motor cranking akan lepas dari koplingnya, turbin berkerja memutar kompresor
dan generator sebagai beban. Kemudian turbin akan berputar sebesar 5100 RPM
yang dicontrol oleh speedtronic mark II untuk membuka valve SRV dan GCV. Karena
poros turbin dihubungkan ke reduction gear yang menghubungkan ke generator
dimana melalui reduction gear unit ini putaran turbin menjadi 3000 RPM.
Sehingga generator hanya menerima
putaran 3000 RPM.
Sisa gas buang turbin ini
melalui exhaust dipergunakan lagi oleh waste heat boiler (WHB) untuk pembuatan
steam sebagai penggerak pada peralatan pabrik lainnya seperti turbin steam pada
cooling water system.
Gambar 4.1 : Block Diagram Generator Turbin
Gas (53-GI-7001)
Keterangan : M = Motor
Cranking
C = Compressor
CC = Combustion
Chamber (Ruang Pembakaran)
T = Turbin
RG = Reduction Gear
G = Generator
1 = Udara Dari Atmosfir
2 = Bahan Bakar (Fuel Gas)
3 = Exhaust
Turbin ke WHB
4.3 Start up Control pada Generator Turbin Gas 15
MW (53-GI-7001)
Pada saat turbin gas ingin dijalankan, hal tersebut
dinamakan START UP, pada proses start up ini terdapat urutan kerja yang berbeda
sesuai dengan keadaan yang terjadi, urutan tersebut dinamakan SEQUENCE atau
MODE.
Kondisi Start up dari turbin gas selalu
dihubungkan dengan Speed (putaran turnbin gas dalam rpm) yang dibagi dalam:
·
Crangking adalah putaran turbin
gas mulai dari 0 RPM sampai mencapai putaran
950 RPM.
·
Purging ialah proses dimana turbin
gas telah mencapai putaran 950 RPM
sampai dengan putaran 1250 RPM, sebelum diadakan pembakaran (sebelum gas
dimasukkan dan busi dinyalakan), maka perlu dipurging ruang bakar selama 3
menit. Agar uap-uap air yang tercondensasi hilang. Dan pembakaran udara hasil kompresi menjadi sempurna.
·
Firing ialah proses dimana setelah
ruang bakar dipurging selama beberapa menit maka gas dimasukkan. Busi (spark
plug) dinyalakan selama 1 menit.
·
Warming up ialah proses setelah terjadi
firing maka untuk menghindari thermal-shock (panas yang mendadak naik), maka
jumlah bahan bakar yang masuk ruang bakar dikurangi sedikit hingga panas
terjadi akan berkurang apabila panasnya telah merata siap untuk akselerasi (warming
up berlangsung selama 1 menit).
·
Acceleration Setelah proses warm
up dilampui maka putaran turbin gas siap untuk dinaikkan/ditambah (akselerasi)
percepatan tersebut dibatasi tidak boleh melebihi 50 rpm setiap detik, hingga
putaran turbin gas mencapai 99 % normal
speed yaitu 5049 rpm.
·
Full Speed No Load (FSNL) yaitu
tahap dimana turbin gas telah sequence complet dan siap menerima beban, pada
saat itu putaran turbin gas telah melampui
85 % dari speed normal dan juga turbin gas telah melampui semua sequence
dan auxiliary device penunjang proses start up yang tidak diperlukan lagi telah
dimatikan.
·
Sequence selama proses start up
tersebut dikontrol oleh speed relay dan ini dapat dilihat pada lampu indikator
pada panel speedtronic.
4.4 Sistem Pembangkitan Tegangan Pada
Generator 15 MW
Sistem pembangkitan tegangan
pada generator merupakan suatu ruang lingkup yang terdiri dari masukan (input)
yaitu pemberian arus penguat medan (If) ke kumparan rotor pada generator yang akan
menimbulkan gaya gerak magnet (ggm) atau fluksi. Gaya gerak magnet (ggm) atau
fluksi akan memotong kumparan stator akan menimbulkan gaya gerak listrik (ggl)
atau tegangan terbangkit sebagai hasil (output).
Pembangkitan tegangan pada generator 15 MW
merupakan hal paling penting dalam proses pembangkit energi listrik dalam
menghasilkan daya sebesar 15 MW. Apabila pembangkitan tegangan kecil maka daya
yang dihasilkan pun kecil. Dan sebaliknya apabila tegangan yang dibangkitkan
besar maka daya yang dihasilkan oleh generator tersebut pun besar.
Pada
saat generator mulai bergerak arus penguat medan (If) diperoleh dari baterai.
Karena pada saat itu generator belum dapat menghasilkan tegangan dan arus
sendiri. Pemberian arus penguat medan (If) pada kumparan rotor dalam arus
searah (DC). Supaya garis-garis gaya gerak magnet (ggm) atau fluksi yang
ditimbulkan harus satu arah. Perputaran rotor mengeliling stator dan gaya gerak magnet (ggm) atau fluksi akan memotong
kumparan stator akan menimbulkan gaya gerak listrik (ggl) atau tegangan terbangkit. Tegangan terbangkit yang
dihasilkan sangat dipengaruhi oleh arus penguat medan yang diberikan. Semakin
besar arus penguat medan diberikan maka makin sebesar garis-garis gaya gerak
magnet (ggm) atau fluksi yang akan muncul pada kumparan rotor. Ini juga
mempengaruhi pembangkitan tegangan pada generator.
Pembangkitan
tegangan pada generator juga dipengaruhi
oleh kecepatan putaran dari rotor generator tersebut. Semakin cepat perputaran
rotor dari generator semakin tinggi tegangan yang dibangkitkan. Sebaliknya
semakin lambat putaran rotor dari generator semakin rendah tegangan yang
dibangkitkan. Kecepatan putaran dari
generator dipengaruhi oleh kecepatan turbin. Semakin cepat perputaran turbin
maka semakin cepat perputaran rotor dari generator. Sebaliknya semakin lambat
putaran turbin semakin lambat perputaran rotor dari generator. Perputaran
turbin dipengaruhi oleh hasil pembakaran udara di Combustion Chamber (Ruang
Pembakaran). Pembakaran udara dipengaruhi oleh bahan bakar (fuel gas) diberikan
pada Combustion Chamber (Ruang Pembakaran). Semakin banyak bahan bakar (fuel
gas) yang diberikan semakin sempurna hasil pembakaran udara. Yang membuat udara
yang keluaran Combustion Chamber (Ruang Pembakaran) mempunyai daya yang
sempurna dalam menggerakkan sudu-sudu turbin. Perputaran turbin menjadi cepat.
Seiring cepatnya perputaran turbin, perputaran rotor generator pun akan cepat,
dan tegangan yang dibangkitkan pun tinggi.
Arus
penguat medan masuk pada kumparan rotor
generator 15 MW (53-GI-7001) ketika kecepatan turbin penggerak
generator tersebut kecepatannya 40 % dari kecepatan normal yang berarti : 40 % x 5100 RPM = 2040 RPM, sudah melewati daerah
kritis pertama dari turbin yaitu 1534
RPM. Sedangkan daerah kritis yang kedua yaitu 2893 RPM. Jadi turbin tidak akan mati
mendadak yang membuat kecepatan rotor dari generator kembali ke nol. Dan
tegangan yang dibangkitkan pun akan sama nol. Berarti kalau arus penguat medan masuk
sebelum melewati daerah kritis dari turbin maka arus penguat medan tidak
berarti apa-apa. Karena pembangkitan tegangan ada kalau ada tiga hal yaitu
konduktor, medan magnet, dan pergerakan konduktor. Disamping itu pada saat 40 %
kecepatan normal sudah terjadi pembakaran
di Combustion Chamber (Ruang Pembakaran) dikarenakan fuel gas (bahan
bakar) sudah masuk dan motor cranking siap-siap lepas dari koplingnya.
Pada
saat kecepatan turbin 40 % kecepatan normal 14HA (Accelerating Fuel Speed
Signal Aprox 40 % Speed) masuk arus mengalir ke kumparan 41FX (Generator Field
Flashing Relay). Dikumparan 41FX terjadi gaya elektromagnetik yang membuat
kontak 41FX menutup. Arus mengalir melalui kontak 41FX mengalir ke kumparan 41 FZ
(Aux. Relay To Energize 41F). Dikumparan
41FZ terjadi gaya elektromagnetik yang membuat kontak 41FZ menutup. Dan arus
melalui kontak 41FZ mengalir ke kumparan 41F (Generator Field Flashing
Contactor). Dikumparan 41F terjadi gaya elektromagnetik yang membuat kontak 41F
menutup. Dan arus penguat medan dari baterai masuk dan mengalir ke kumparan
rotor generator yang memimbulkan gaya gerak magnet (ggm) atau fluksi. Fluksi
tersebut akan memotong kumparan stator yang membuat terbangkitnya tegangan pada
generator.
Sedangkan ketika kecepatan turbin
penggerak generator pada saat 95 % dari kecepatan normal yang berarti : 95% x 5100 RPM = 4845 RPM, sudah melewati daerah daerah
kritis yang kedua yaitu 2893 RPM. Dan turbin akan mendekati daerah normal yang
yaitu 5100 RPM. Pada saat itu generator sudah punya tegangan dan arus sendiri. 14HSX
(Operating Speed Relay) memberi sinyal yang membuat arus tidak mengalir ke
kumparan 41FX (Generator Field Flashing Relay). Dikarenakan arus akan mengalir
ke kumparan 41FX, apabila sinyal 14HSX (Operating Speed Relay) tidak ada atau
sinyal
ada. Di kumparan 41FX tidak terjadi gaya elektromagnetik yang
membuat kontak 41FX membuka. Arus
mengalir tidak mengalir ke kumparan 41FZ (Aux. Relay To Energize 41F). Di kumparan 41FZ tidak terjadi gaya elektromagnetik
yang membuat kontak 41FZ membuka. Dan arus
tidak mengalir ke kumparan 41F
(Generator Field Flashing Contactor). Dikumparan 41F tidak terjadi gaya elektromagnetik
yang membuat kontak 41F membuka. Dan arus penguat medan dari baterai tidak masuk ke kumparan rotor generator lagi.
Disamping itu kontak 83SRX (Voltage Regulation Control Transfer Relay) menutup
dan arus mengalir ke kumparan 83SRX-1 yang membuat kumparan 83SRX-1 merasakan
adanya tegangan dari arus sendiri pada generator. Arus untuk penguat medan
mengalir dari kontak 41AC (Generator Exciter Supply Breaker) yang telah menutup
pada saat awal start up melewati rectifar yang mengubah dari arus bolak-balik
(AC) menjadi arus searah (DC) menuju ke kumparan rotor melewati carbon brush
sebagai penguat medan pada generator 15 MW (53-GI-7001). Yang memimbulkan gaya
gerak magnet (ggm) atau fluksi. Fluksi tersebut akan memotong kumparan stator
yang membuat terbangkitnya tegangan pada generator.
Pada
saat generator diberi beban maka tegangan yang dibangkitkan akan menurun
dikerenakan perpuraran rotor generator menurun. Maka arus penguat medan harus
dinaikkan atau ditambah untuk menstabilkan tegangan keluaran (output) generator
yang menbuat frekuansi generator tetap konstan. Dan perputaran rotor generator
kembali normal. Dan daya yang dihasilkan pun normal sesuai kebutuhan beban yang
dikontrol oleh automatic control regulator
(AVR).
(AVR).
BAB V
PENUTUP
5.1 Kesimpulan
Dari penulisan laporan Kerja Praktek ini,
maka dapat diambil kesimpulan bahwa :
1. Generator 15 MW (53-GI-7001) merupakan
salah satu pembangkit listrik di PT. Pupuk Iskandar Muda yang dimanfaatkan
untuk menunjang proses produksi.
2. Generator 15 MW
(53-GI-7001) ialah generator sinkron tiga fasa yang digerakan oleh turbin gas
tipe MS-5001 untuk menghasilkan daya listrik 15 MW.
3. Proses pembangkit
energi listrik di Generator 15 MW terjadi proses konversi energi
elektromagnetik dari energi mekanik menjadi energi listrik.
4. Dalam proses pembangkit energi listrik, proses pembangkitan
tegangan merupakan hal yang paling penting.
5.
Hal-hal yang mempengaruhi pembangkitan energi listrik adalah
arus penguat medan untuk menghasilkan fluks magnetic, kawat penghantar (
konduktor ) dimana tegangan dibangkitkan, dan putaran rotor.
6. Arus penguat medan mula
diperoleh dari baterai. Karena generator belum menghasilkan tegangan dan arus sendiri. Pada saat putaraan
turbin 40 %.
7. Pada saat keceparan 95
% dari kecepatan normal arus penguat medan tidak lagi dari batetai. Karena
generator sudah menghasilkan tegangan dan arus sendiri.
Saran
Adapun saran
yang dapat penulis sampaikan antara lain :
1. Perputaran rotor generator harus
benar-benar diperhatikan. Karena berpengaruh pada tegangan yang dibangkitkan
dan daya yang dihasilkan.
2. Pemberian arus penguat medan (If) harus
benar-benar diperhatikan juga. Karena berpengaruh pada tegangan yang
dibangkitkan dan daya yang dihasilkan.
3. Bagi mahasiswa-mahasiswi
lain yang belum atau sedang melaksanakan Kerja Praktek agar bisa mengembangkan
pembangkitan tegangan pada generator sinkron dari segi perhitungan, analisa secara metematis, dan sistem
pengaturan tegangan pada generator agar daya yang dihasilkan tetap konstan atau
stabil.
Langganan:
Komentar (Atom)