Aku telah kau buat menjadi penyair cinta dimusim gugurnya hati
lalu kau menelantarkan kata di altar-altar penyembahan
biarlah aku mencari jiwamu didalam jiwaku
sebab kerinduan adalah kebebasanku yang membuatku mengenal dirimu
pabila aku menulis seribu puisi tak rapi dalam irama nada sepi
engkau selalu berlalu....
pabila aku menulis nada indah nan mewangi
engkau selalu menjauh...
engkau seperti mutiara,
tak bisa kusinari lagi...
engkau seperti rembulan
tak bisa kuperadukan lagi
engkau seperti dua mata hati
tak bisa kusatukan lagi
engkau seperti musim yang menari
tak bisa kuhentikan
engkau seperti nyanyian dipenghujung khayal
tak bisa kuiringi....
aku hanya bisa menyaksikan perana-perana khalbumu
yang tengah menyatukan luka dan kalimat resahku
Tidak ada komentar:
Posting Komentar