sperti katamu..
sperti pesanmu..
sperti pintamu..
sperti harapanmu ini..
Tak akn prgi wajah puisi..
Tak akn hilng puisiQ sayang..
Tak akan Tertinggal Tubuh MungilQ..
Tak akan Sirnah kata2 Cinta..
Tak akan ada yg mampu..
Menghapus guratan2..
Biarkan saja mentari murka..
Karena kutelah mncuri wajah puisiku..
Dari keperkasaan pelukannya..
Tak aku pdulikan smua anggapan..
Bila yg diterjemahkn.. Hnya sbatas harap..
Apa yg dilihat oleh mata..
Dan didengar oleh telinga..
Tanpa ada campur tangan nurani..
Puisiku tetap mengalir deras..
Dan begitu derasnya..
Bila perlu aku hujani tubuhmu..
Dengan ribuan kata puja..
Dengan Jutaan Syair Cinta.."
Tidak ada komentar:
Posting Komentar