Minggu, 07 April 2013

SAHABATKU CINTAKU



Ketika itu suara hujan masih terdengar rintik
Segelas teh susu duduk manis di hadapanku
Hati yang selalu berbisik
Siapakah sebenarnya dirimu
Seperti terkirim dari langit tinggi
Untuk mendampingi hidupku

Tersaring dari begitu banyak curahan
Anehnya tak tahu siapa ketika itu
Dengan lugu dan biru kuberi hatiku
Sampai bunga-bungapun tumbuh perlahan
Berwarna-warni di tangkai nan tak tentu
Tetap kucari yang biru

Seharusnya berapa banyak semua?
Apa memang harus beberapa dan sama?
Padahal berbeda sukmanya dalam kendala cinta
Dan harus ku rasa di lubuk jiwa
Sulit memilah tanpa rasa
Ada yang terpaksa menjadi luka

Hati penuh tanda tanya
Mana suara nan paling nyata
Banyak ragu dalam kata
Yang manakah sesungguhnya cinta
Tulus ataukah hanya cerita
Sahabat yang terekayasa"

SEBUAH RASA



Ada Illustrasi ketiadaan
Abstrak Dalam, suatu realita
Sesak Dalam, kelegaan
BENAR Dalam, pemaksaan
Nikmat Dalam, kesalahan

Selalu menyalahkan Sang Sang Pencipta
Karena Tak Bisa mengendalikannya
Padahal ADA akal Dan jiwanya
Yang Selalu jalan Bersama
Mengapa Tak Bisa berpegangan

Seperti itukah Cinta
Padahal terbalut dusta Dan dosa
Tersimpan dibuai alam Khayal
Merubah Bodoh seolah pintar
Merupa BURUK seolah Indah

Buang JAUH dariku ya Rabb
Sebuah rasa ITU Tak Lagi murni
Biarkan pergi Bersama Mimpi
Bersama iblis Yang menghiasi
Bersama kepalsuan Yang Terang Tak Pasti

Berikan rasa suci kepadaku Kekasih
Hanya Engkau Sang Raja Bahasa Dari Cinta
Perjelas pandanganku ya Allah
Putihkan qalbuku ya Penguasa Jagad Raya
Aku hanya inginkan rasa untuk-Mu
Aku Ingin Kau hapuskan Segala rasa
Yang mengacaukan teguhnya imanku

BIDADARI TANPA SAYAP



Kelembutan hatinya membuatku terpana. . .
Melihat kehindahan Rembulan,
Sama seperti melihat keindahan wajahnya.

Sungguh kuat dia menghadapi ini semua. . .
Menghadapi keaadaannya yg begitu nyata.
Merasakan penderitaannya sendirian.
Dan mengukur penderitaan diatas mimpi . . .

Walau dia hanya Bidadari tanpa sayap,
Tapi kelembutan hatinyalah yang membuatku merasa seperti.....
Berada di atas awan.

Rindu berdebu

Sosok itu kini entah dimana ..
Sosok yang dulu slalu memberi damai di hati ..
Yang slalu bisa membuat bibir ini trsenyum ..
Sosok yang seolah slalu mngerti ttg smua isi d’hati..

Tapi kini smua tlah tiada,,
smua kini tlah hilang entah kmna,,
Hnya bisa mengingat’a di dalam angan,,
Hanya bisa menghela nafas
Di saat dada ini terlalu sesak oleh smua
Kenangan yang tersirat …

Ya Tuhan ..
Bangunkanlah aku dalam mimpi yang tak berujung ini ,,
Sadarkan diri ini bahwa dirinya memang sudah terlalu lama
Pergi dari kehidupan ini ..
Bantulah hati ini tuk mengikhlaskan smua cerita tentang nya ,,

Tapi izinkan sejenak hadirkan sosok nya di hadapan ku lagi ..
Walau hanya dalam mimpi ..
Hanya tuk sekedar membuang smua asa yang slama ini terpendam..
Hanya tuk tersenyum melihat kehidupannya yang sekarang ..

Belajar Memahami Senja



Kuhentikan laguku, kurebahkan gitarku kelantai beranda gubukku..
Kuterpana pada cahaya bulan dibalik awan hitam.
Kulihat jejak nafasmu disisiku
Masih hangat sandaran asamu
Kekasih kau adalah senja yang selalu menghadiahi aku dengan temaram.

Aku selalu belajar memahami arti senyum bisumu
Membelai setiap derai lamunan
Bila malam tiba aku selalu menyebut nama surga yang kau impikan
Lihatlah warna tiang tempat kau selalu menungguku
Ia tak henti menua, lusuh dan menunjuk langit

Seolah kau memanggil namaku dan menancapkan berkas cahaya jiwamu dari sisa cinta
yang tertawan tawa malaikat
Kesedihanku kini berganti perih tanpa rasa
Aku selalu menjadi diriku
Berharap Tuhan membalik mata khalbuku
Agar aku melupakan rindu"

Aksara pena

Aku tak seperti dirimu
yg mungkin kan menghabiskan
malam nanti dg smua cintamu

aku jg tak seperti mereka yg jauh sblum hari baru tiba
berlomba memainkan hasrat

aku menepi saja
melupakan kidung sedihku
membalutnya dg helai kesabaran

kubiarkan waktu bgitu saja pergi
tanpa kurangkaikan kenangan
demi kenangan
karna hatiku tlah mengendap
dlm bingkai rindu
yg tak trganti
diselingi rasa brsalah
yg kerap memaksaku diam
aku tak bisa jd malaikatmu
tak sanggup mengurai
airmatamu jd bunga dan cinta
aku lemah dg gelisahku
tapi juga bgtu mencintaimu

bagiku kaulah
embun disela pagi
kau matahari
dikerjap mataku
bersinar sllu bersinar

tapi kini
maafkan jika kau hrs kecewa
ku tak bisa sllu ada
untukmu
memeluk menciummu
karna jarak waktu
demikian kuat
penjarakan ragaku
utk ada disisimu.
Malam ini...

Maafkan smua ketidaksempurnaku.
Untuk hati yg sllu kucintai..

Altar Cinta

Aku telah kau buat menjadi penyair cinta dimusim gugurnya hati
lalu kau menelantarkan kata di altar-altar penyembahan
biarlah aku mencari jiwamu didalam jiwaku
sebab kerinduan adalah kebebasanku yang membuatku mengenal dirimu

pabila aku menulis seribu puisi tak rapi dalam irama nada sepi
engkau selalu berlalu....
pabila aku menulis nada indah nan mewangi
engkau selalu menjauh...

engkau seperti mutiara,
tak bisa kusinari lagi...
engkau seperti rembulan
tak bisa kuperadukan lagi
engkau seperti dua mata hati
tak bisa kusatukan lagi
engkau seperti musim yang menari
tak bisa kuhentikan
engkau seperti nyanyian dipenghujung khayal
tak bisa kuiringi....

aku hanya bisa menyaksikan perana-perana khalbumu
yang tengah menyatukan luka dan kalimat resahku