Senin, 18 Juni 2012

SISTEM PEMELIHARAAN DAN PERAWATAN TRANSFORMATOR DENGAN PERALATAN KEAMANAN DI PT. PUPUK ISKANDAR MUDA



BAB I
PENDAHULUAN

1.1              Tinjauan Umum
Indonesia adalah sebagai Negara agraris yang mempunyai jumlah penduduk yang cukup besar dimana pendapatan sebagian penduduk dari bidang pertanian. Untuk mencukupi bahan pangan bagi seluruh rakyat Indonesia, pemerintah menitik beratkan pada sektor pertanian, sehingga pemerintah perlu mencari cara lain untuk mengatasi meningkatnya kebutuhan akan lahan-lahan pertanian. Diantara cara-cara tersebut adalah dengan cara mengadakan intensifikasi lahan dengan pemberian pupuk, maka pemerintah kita harus berusaha untuk mendirikan industri-industri pupuk.
Industri pupuk termasuk dalam industri kimia dasar dalam mengolah bahan mentah menjadi bahan baku dan bahan jadi. Industri pupuk juga harus dikelola sebagai suatu unit ekonomi (Business Unit) yang beroperasi dengan tujuan untuk memperoleh laba, disamping itu juga membantu para pengusaha ekonomi lemah dengan cara :
·         Meningkatkan dan memperluas lapangan kerja.
·         Mengembangkan kemampuan-kemampuan industri kecil
Disamping itu juga industri pupuk diharapkan sebagai penggerak pembangunan wilayah dan juga untuk jangka panjang berperan dalam pembangunan teknologi.
Dari beberapa jenis pupuk, Urea ini adalah salah satu jenis pupuk Nitrogen yang dibuat dari gas alam yang banyak terdapat di Indonesia. Sedangkan untuk jenis pupuk lainnya seperti: TSP, ZA dan lainnya, sebagian besar bahan-bahan bakunya diimpor. Oleh karena salah satu alasan tersebut maka dibangunlah Pabrik Pupuk Urea.
Suatu industri yang mempunyai proses produksi reaksi kimiawi yang berantai seperti PT. Pupuk Iskandar Muda tentu tidak diinginkan terputus tenaga listrik. Hal ini dikarenakan akan menyebabkan kerusakan pada bahan-bahan yang sedang atau setengah diproses, oleh karena itu PT. Pupuk Iskandar Muda dalam pengadaan tenaga listrik untuk proses produksi adalah sangat ditentukan lagi oleh tingkat kepentingan dari operasional proses produksinya.

1.2       Latar Belakang Kerja Praktek
Adapun latar belakang Kerja Praktek (KP), yaitu sebagai bagian dari keseluruhan yang harus dilaksanakan oleh setiap mahasiswa/i Fakultas Teknik Jurusan Teknik Elektro Universitas Malikussaleh Lhokseumawe. Dimana kerja praktek ini mempunyai bobot 2 SKS. Disamping itu dalam program KP ini mahasiswa/i dapat mengamati secara langsung kenyataan di Industri yang mana berkaitan dengan disiplin ilmu yang dimiliki.

1.3       Permasalahan
Yang menjadi permasalahan adalah bagaimana sistem pemeliharaan dan perawatan transformator daya.

1.4       Batasan Masalah
Dalam pembahasan laporan ini penulis hanya membatasi pembahasan pada  Sistem Pemeliharaan dan Perawatan Transformator dengan Peralatan Keamanan PT. Pupuk Iskandar Muda.
1.5       Tujuan dan Ruang Lingkup Kerja Praktek
Tujuan dari Kerja Praktek ini adalah untuk memberi kesempatan kepada mahasiswa/i untuk membandingkan, mengamati, menganalisa dan menerapkan disiplin ilmu yang diperoleh dibangku kuliah dengan yang dihadapi secara langsung di lapangan. Disamping itu juga untuk menambah ilmu pengetahuan mahasiswa/i serta wawasan mengenai sistem peralatan, sarana penunjang pabrik, manajemen dan disiplin perusahaan. Diharapkan apa yang didapat oleh mahasiswa/i selama melakukan Kerja Praktek ini kelak dapat dijadikan bekal dalam berkecimpung ditengah-tengah masyarakat.
Adapun hal yang diamati dalam Kerja Praktek ini adalah pada bagian listrik Utility saja, sedangkan di listrik Ammonia dan Urea tidak termasuk.

1.6       Metode Pengumpulan Data
Dalam menyelesaikan laporan hasil Kerja Praktek ini, penulis memakai cara - cara sebagai berikut :
1.      Wawancara
Teknik ini digunakan dalam pengumpulan data - data yang ada di lapangan dan keterangan - keterangan yang tidak diperoleh sewaktu dikuliah.
2.      Pengamatan
Disini penulis mengamati alat - alat yang berada di PT. Pupuk Iskandar Muda untuk selanjutnya dijadikan bahan penulisan.
3.      Study Pustaka
     Disini penulis memperoleh data - data yang dibutuhkan dengan membaca sumber - sumber yang tertulis yang dibutuhkan demi terselesainya laporan Kerja Praktek ini.

1.7       Sistematika Penulisan
Pembahasan masalah dalam Kerja Praktek ini memiliki sistematika penu1isan sebagai berikut :

BAB I      PENDAHULUAN
Dalam bab ini penulis menguraikan tentang mengapa dibangunnya industri pupuk secara umum, Latar Belakang Kerja Praktek, Permasalahan, Batasan Masalah, Tujuan dan Ruang Lingkup Kerja Praktek, Metode Pengumpulan Data, dan Sistematika penulisan.

BAB II    SEJARAH SINGKAT PERUSAHAAN
Dalam Bab ini penulis menguraikan tentang sejarah singkat dari PT. Pupuk Iskandar Muda, Lokasi, Produksi, Unit Penunjang Produksi, Pemasaran, Kepedulian Lingkungan, Pembinaan Wilayah, Sistem Manajemen dan Struktur Organisasi PT. PIM, Sistem Kelistrikan, Generator Turbin Gas 15 MW, Generator Stand By 1,5 MW, Generator Emergency 350 KW, Transformator, dan Sistem Distribusi.

BAB III   LANDASAN TEORI
Dalam bab ini penulis menguraikan tentang Teori tentang transformator,isolasi trafo,proteksi trafo.

BAB IV   SISTEM PEMELIHARAAN DAN PERAWATAN TRANSFORMATOR  DENGAN PERALATAN KEAMANAN
Dalam bab ini penulis mengetahui bagaimana sistem pemeliharaan dan perawatan transformator  dengan peralatan keamanan 
    
BAB V    PENUTUP
Dalam bab ini penulis mengambil kesimpulan dari sistem pemeliharaan dan perawatan transformator  dengan peralatan keamanan


BAB II
SEJARAH SINGKAT PERUSAHAAN

2.1.            Sejarah Ringkas
PT. Pupuk Iskandar Muda bergerak dalam bidang industri pupuk serta industri kimia lainnya. Perusahaan ini didirikan pada tanggal 24 Februari tahun 1982, memiliki dua unit pabrik, yaitu unit pabrik PIM-1 mulai beroperasi secara komersial pada tahun 1985 dan unit pabrik PIM-2, mulai beroperasi  pada tahun 2004.
Pembangunan proyek pabrik PIM-1 awalnya dirintis oleh PT. Pusri Palembang pada tahun 1981. Penandatanganan kontrak pembangunan pabrik dilakukan pada tanggal 2 Oktober 1981 antara Pemerintah RI yang dilaksanakan oleh Departemen Perindustrian c/q Dirjen Industri Kimia Dasar dan kontraktor utama PT. Rekayasa Industri (Persero) dan Toyo Engineering Corporation dari Jepang.
Pembangunan pabrik PIM-1 dimulai pada tanggal 13 Maret 1982 dan dapat diselesaikan 3 bulan lebih awal dari rencana. Pada akhir tahun 1984 pabrik PIM-1 mulai berproduksi. Pengapalan produksi perdana dilakukan pada 17 Februani 1985 dan pada tanggal 20 Maret 1985 pabrik PIM-1 diresmikan oleh Presiden RI dan beroperasi secara komersial dimulai tanggal 1 April 1985. Dengan kapasitas produksi sebagai berikut :
-    Unit Urea, menggunakan teknologi Mitsui Toatsu, Jepang, dengan kapasitas desain sebesar 1.725 ton urea / hari.
            -    Unit Amoniak, menggunakan teknologi Kellog, Amerika, dengan kapasitas desain 1.000 ton amoniak/hari yang telah dioptimalkan menjadi 1.170 ton amoniak / hari.

Pada saat meresmikan pabrik PIM-1, Presiden RI menyatakan akan segera mendirikan pabrik PIM-2 di tempat yang sama. Sejak saat itu, proyek pengembangan pabrik pupuk PIM-2 mulai dijajaki. Pada tahun 1994 proyek ini tercatat dalam Blue Book Bappenas dan pada 20 Nopember 1996 Pemerintah menyetujui pembangunan Proyek PIM-2.
Pemancangan tiang pertama Proyek PIM-2 dilakukan pada tanggal 25 Februari 1999, tetapi karena situasi keamanan tidak kondusif, proyek ini dihentikan pembangunannya sejak 18 Desember 1999 dan baru dimulai pembangunan kembali pada tanggal 3 Juli 2002. Produksi amoniak (first drop) terjadi pada tanggal 18 Pebruari 2004 dan pada 15 Agustus 2005 Proyek PIM-2 dinyatakan selesai, dengan kapasitas sebagai berikut :
-          Unit Urea, menggunakan teknologi Aces - TEC, Jepang, dengan   kapasitas desain sebesar 1.725 ton urea / hari.
-          Unit Amoniak, menggunakan teknologi Kellog Brown & Root, AS, dengan kapasitas desain 396.000 ton amoniak/Tahun.

Tertundanya pembangunan Proyek PIM-2, yang dibangun oleh konsorsium Toyo Engineering Corporation Japan, PT. Rekayasa Industri dan PT. Krakatau Engineering, ini telah berdampak pada peningkatan biaya, yaitu dari USD 310,2 juta menjadi USD 344,8 juta.

2.2.      Lokasi Perusahaan
Pabrik pupuk Urea PT Pupuk Iskandar Muda terletak di wilayah Zona Industri Lhokseumawe (ZILS) ± 250 Km sebelah Timur Banda Aceh, di Krueng Geukueh, Kecamatan Dewantara, Kabupaten Aceh Utara, Propinsi Aceh, Indonesia.
Lokasi pabrik di Lhokseurnawe dipilih dengan beberapa pertimbangan, yaitu:
-          Berdekatan dengan sumber cadangan bahan baku gas bumi yang sangat besar di Arun.
-          Berdekatan dengan sumber air baku di sungai Peusangan.
-          Sinergi sarana pelabuhan dengan PT. Asean Aceh Fertilizer dan  Pelabuhan Urnum.
-          Sinergi pipa gas alam dengan PT. Asean Aceh Fertilizer.
-          Di jalur lalulintas kapal lnternasional, Selat Malaka, sehingga sangat strategis terhadap negara sasaran ekspor.

Untuk pengembangan usaha, PT Pupuk Iskandar Muda telah menyediakan lahan, lengkap dengan fasilitas pendukung seluas 323 ha, yang terdiri dari :
-          Areal Pabrik dan Perkantoran: 162 Ha
-          Perumahan dan sarana/fasilitas seluas: 161 Ha

2.3.      Produksi
-          Produksi utama dari PT. PIM adalah Pupuk Urea
-          Produksi sampingan yang dihasilkan oleh PT. Pupuk Iskandar Muda terdiri dari Oksigen, Nitrogen, CO2 cair, dan Dry Ice (Solid Carbon Dioxide).

2.4.      Unit Penunjang Produksi
            Pabrik PT. Pupuk Iskandar Muda dilengkapi dengan unit penunjang produksi, diantaranya :
1.      Unit pelabuhan PT. Pupuk Iskandar Muda mampu disandari kapal-kapal curah berbobot mati sampai 25.000 DWT. Kedalaman rata-rata 10,5 meter pada saat air surut dan dilengkapi dengan sarana untuk memuat pupuk curah kedalaman kapal (Ship Loader). Serta sarana air minum dan sarana navigasi.
2.      Gudang area curah lengkap dengan portal Scrapper dan ban berjalan.
3.      Laboratorium pengendalian produksi yang berada unit utility, unit ammonia dan unit urea.
4.      Laboratorium utama yang selalu memeriksa mutu hasil produksi dan memonitor limbah.
5.      Perbengkelan yang menunjang pemeliharaan pabrik dan bengkelan perbaikan alat-alat dan kenderaan.

2.5.      Pemasaran
2.5.1.      Pemasaran Dalam Negeri
Sesuai dengan kebijakan Pemerintah dalam rangka ketahanan pangan PT. Pupuk Iskandar Muda sebagai salah satu anggota Holding Pupuk, memprioritaskan pemasaran pupuk urea untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri.
Berdasarkan Keputusan Menteri Perdagangan RI Nomor 03/M- DAG/PER/2/2006 tanggal 14 Juli 2006 dan Keputusan Menteri Pertanian RI Nomor : 5O5/Kepts/SR/.130/12/2005 tanggal 26 Desember 2005, wilayah pemasaran pupuk urea bersubsidi yang diproduksi oleh PT Pupuk Iskandar Muda mencakup seluruh Kabupaten/ Kotamadya di Provinsi Aceh.
Wilayah Pemasaran untuk sektor pangan adalah sebagal benikut :
1. Daerah pemasaran di Provinsi Aceh mencakup seluruh kabupaten/ kota.
2. Daerah pemasaran di Propinsi Sumatera Utara
Setelah kebutuhan pupuk urea bersubsidi terpenuhi, sisanya dipasarkan ke sektor perkebunan dan industri yang tersebar di Provinsi Sumatera Utara, Surnatera Barat, Sumatera Selatan, Riau, Jambi, Lampung, Bangka/Belitung, dan Provinsi Kalimantan Tengah.

2.5.2.      Pemasaran Luar Negeri
Dalam kondisi tertentu, apabila kebutuhan pupuk urea dalam negeri sudah terpenuhi, kelebihan produk urea tersebut dapat diekspor atas izin khusus dari Pemerintah. Negara tujuan penjualan ekspor adalah Vietnam, Taiwan, Myanmar, Thailand, Philipina, Malaysia dan Singapura.

2.6.             Kepedulian Lingkungan
PT. Pupuk Iskandar Muda memiliki komitmen yang sangat kuat bahwa pengendalian limbah pabrik, baik limbah cair, padat, gas maupun debu merupakan aspek penting yang harus diprioritaskan pengelolaannya. Upaya pengendalian lingkungan yang dilakukan dengan cara mencegah terjadinya pencemaran lingkungan seminimal mungkin.
·         Pengendalian limbah dilakukan dengan proses stripping, scrubber, recovery,    aerasi dan netralisasi.
·         Pemanfaatan gas buangan (purge gas), sehingga dihasilkan H2 murni dengan system Hydrogen Recovery Unit.
·         Pemanfaatan condensate, sehingga dihasilkan condensate yang tidak mengandung ammonia dengan system stripping.
·         Penyerapan gas ammonia, sehingga dapat mencegah terjadinya pencemaran udara dengan system scrubber.
·         Pengelolaan limbah cair dengan system aerasi dan netralisasi, sehingga limbah cair yang dibuang ke media lingkungan, memenuhi baku mutu dan tidak mencemari lingkungan.
·         Pemasangan silencer (peredam) pada alat mesin, sehingga kebisingan yang ditimbulkan dapat dikurangi.
·         Penyerapan debu urea dengan dust recovery system, sehingga dapat mengurangi pencemaran debu urea.

2.7.            Pembinaan Wilayah
PT. Pupuk Iskandar Muda selalu berperan aktif dalam pembangunan daerah dan masyarakat di Provinsi Aceh, khususnya di Kabupaten Aceh Utara. Program pembinaan wilayah yang dilaksanakan secara berkesinambungan oleh PT. Pupuk Iskandar Muda telah membawa dampak yang cukup signifikan dalam menjaga kelangsungan usaha serta pengamanan aset perusahaan.
Pembinaan wilayah yang dilakukan, antara lain : bantuan penyediaan fasilitas pendidikan, sosial-budaya, kesehatan, olah raga, dan keagamaan. Pembinaan dilaksanakan melalui kerjasama dengan beberapa instansi terkait, seperti: Pemerintah Daerah, Perguruan Tinggi, Pemuka Masyarakat, Ulama, Tokoh Pemuda, dan Pengurus Badan Dakwah Islamiyah Al-Muntaha PT. Pupuk Iskandar Muda.
Disamping pembinaan wilayah yang langsung ditangani oleh perusahaan sejak tahun 1994, lembaga lain yang juga ikut melakukan kegiatan kemasyarakatan adalah Yayasan Amil Zakat (YAZ) Al-Muntaha PT. Pupuk Iskandar Muda. Yayasan ini mengelola zakat, infaq dan sedekah dari karyawan PT. Pupuk Iskandar Muda.
Realisasi pembinaan wilayah yang telah dilakukan oleh PT. Pupuk Iskandar Muda, antara lain :
·         Mendirikan LOLAPIL (Loka Latihan Keterampilan) untuk mendidik para pemuda dari desa sekitar dengan berbagai macam bidang Keterampilan, seperti : Pertanian, Peternakan, Perikanan, Pengelasan dan Pertukangan.
·         Membantu pembangunan rumah sangat sederhana kepada keluarga miskin yang berdomisili di sekitar perusahaan.
·         Memberi kesempatan kepada masyarakat sekitar untuk memanfaatkan lahan sehias 23 ha milik PT. Pupuk Iskandar Muda.
·         Menyalurkan bantuan obat-obatan secara priodik kepada Puskesmas di sekitar perusahaan.
·         Membantu sarana olah raga untuk beberapa desa di sekitar perusahaan sehingga dapat dimanfaatkan oleh para pemuda.

2.8.            Sistem Manajemen dan Struktur Organisasi PT. Pupuk Iskandar Muda.
PT. Pupuk Iskandar Muda berbentuk BUMN yang seluruh sahamnya dimiliki pemerintah. Struktur Organisasi PT. Pupuk Iskandar Muda mengikuti sistem organisasi garis dan Staf Dewan Komisaris bertindak sebagai pengawas semua kegiatan yang dilakukan oleh Dewan Direksi dan menetapkan kebijaksanaan umum yang harus dilakukan. Kedudukan Direksi adalah sebagai mandataris Dewan Komisaris yang mengawasi seluruh fungsi operasional perusahaan. Direksi PT. PIM terdiri atas
1. Direktur Utama
2. Direktur Produksi
3. Direktur Keuangan dan Komersil
4. Direktur Teknik dan Pengembangan
5. Direktur SDM dan Umum

Dalam operasionalnya Direksi dibantu oleh Kepala Kompartemen dan Kepala Departemen / Biro yang bertanggung jawab pada Dewan Komisaris. Pimpinan tertinggi produksi dipegang oleh Direktur Produksi yang membawahi langsung Biro Perencanaan Produksi dan Pengawasan Proses, Biro Inspeksi dan K - 3, serta Kompartemen Produksi. Kompartemen Produksi membawahi langsung Departemen Operasi I, Departemen Operasi II, Departemen Pemeliharaan dan Kepala Bagian Shift. Pada kesempatan Kerja Praktek ini penulis ditempatkan di Departemen Pemeliharaan dimana, Kepala Departemen dibantu oleh lima Kepala Bagian yaitu :
1. Kabag. Rendal Har
2. Kabag. Perbengkelan dan Alat berat
3. Kabag. Har Lapangan
4. Kabag. Har Listrik
5. Kabag. Har Instrument

Adapun tugas Departemen Perneliharaan secara garis besar adalah :
a.       Memelihara dan merawat setiap peralatan pabrik yang sedang beroperasi, agar semua peralatan dapat bekerja dengan baik tanpa adanya kerusakan-kerusakan yang tidak diinginkan.
b.      Merencanakan dan mengendalikan setiap langkah perbaikan Preventif Maintenance.
c.  Menye1enggarakan revisi tahunan (perbaikan tahunan) setiap 12 bulan sampai 18 bulan sekali tergantung kondisi mesin dan peralatan (seperti Rotaring Machine dan Catalyst Performance).

2.9.            Sistem Kelistrikan
PT. Pupuk Iskandar Muda adalah industri yang bekerja secara kontinue. Untuk menunjang kontinuitas kerja tersebut maka tenaga listrik harus tersedia secara kontinue pula. Kontinuitas penyediaan tenaga listrik tidak dapat diandalkan pada satu pembangkit saja, karena dapat saja terjadi gangguan pada saat pembangkit sedang beroperasi. Untuk menjamin tersedianya tenaga listrik secara kontinue pada beban tertentu atau beban yang sama sekali tidak diperbolehkan kehilangan tenaga listrik, maka pembangkit listrik harus memiliki beberapa pembangkit, yaitu :
a.  Turbin Gas Generator (Main Generator) berkapasitas 15 MW
b.  Turbin Gas Generator Stand By (Stand By Generator) berkapasitas 1,5 MW
c.  Diesel Engine Generator Emergency (DEG) berkapasitas 350 KW

Dalam kondisi baik, koordinasi dari Generator utama, Generator Stand by, dan Generator Emergency adalah sebagai berikut :
1. Bila terjadi Power Failure, maka UPS langsung mensupply daya ke peralatan Instrumentasi yang sama sekali tidak boleh adanya pemutusan daya, dengan kebutuhan baterai sebagai sumber tenaga UPS.
2.  Bila terjadi penurunan tegangan yang disebabkan matinya Generator utama maka DEG 350 KW akan start secara otomatis untuk mensupply daya ke UPS, dimana sistem ini akan menggantikan fungsi baterai sebagai tenaga UPS dan menjalankan peralatan - peralatan kritis lainnya seperti pompa minyak pelumas, pompa bahan bakar, pengisian baterai dan lampu - lampu emergency (darurat).
3.   Bila DEG 350 KW sudah stabil berjalan (2 menit setelah start), maka Generator Stand By 1,5 MW dihidupkan secara manual untuk menenuhi kebutuhan pompa listrik di unit Utility, Ammonia, Urea dan penerangan.

2.9.1        Generator Turbin Gas 15 MW
Turbin gas adalah motor bakar yang menghasilkan energi panas kemudian merubah energi panas tersebut menjadi energi mekanik melalui proses termodinamika.
Data - data turbin gas yang digunakan pada PT. Pupuk Iskandar Muda adalah:
Kapasitas         :           15 MW
Tegangan         :           13,8 KV
Arus                :           748,4 A
Frekuensi         :           50 Hz
Putaran            :           3000 rpm
Faktor Kerja    :           0,8

Bagian - bagian utama dari turbin gas adalah :
1. Kompresor
2. Chombustion Chamber
3. Turbin
4. Shaft Poros
Turbin gas pada dasarnya adalah sebuah motor bakar yang menghasilkan energi panas kemudian merubah energi panas tersebut menjadi energi mekanik.
Data - data turbin gas yang digunakan pada PT. Pupuk Iskandar Muda :
Model MS 5001
Jenis Operasi           : Terus Menerus
Putaran Poros         : Berlawanan Arah Jarum Jam
Kecepatan Poros     : 5100 rpm
Keluaran                 : 15 MW
Suhu Masuk            : 35 °C ( 95 °F)
Suhu Keluar            : 800°F
Ranting Panas         : 3692 kcal / Kwh

Prinsip Kerja Turbin Gas :
Motor starting dijalankan dari kontrol room untuk memutar poros kompresor yang seporos dengan motor start. Dengan berputarnya kompresor udara luar akan dihisap ke dalam bagian kompresor melalui lubang pemasukan udara oleh rotor kompresor.
Udara bertekanan (compressor Air) dan kompresor, mengalir keruang pembakaran (combustion chamber). Di dalam ruang pembakaran, udara ini dicampur dengan bahan bakar gas (fuel) dan dibakar oleh suatu alat penyalaan atau spark plug ignition. Hasil pembakaran berupa gas panas yang bertekanan tinggi disalurkan ke turbin melalui nozzle sehingga menghasilkan gerak perputaran motor turbin dengan cara difusi gas oleh sudu-sudu turbin. Tekanan dan suhu gas ini akan menurun apabila telah mulai memutar pasangan rotor turbin dan selanjutnya keluar melalui diffuser gas buang turbin. Setelah putaran lebih kurang 2700 rpm secara otomatis motor start akan lepas dari koplingnya, turbin bekerja memutar compressor dan generator sebagai beban. Kemudian turbin akan berputar sebesar 5100 rpm. Karena poros turbin dihubungkan ke reduction gear yang menghubungkan ke generator dimana melalui reduction gear unit ini putaran turbin diturunkan menjadi 3000 rpm. Sehingga generator hanya menerima putaran 3000 rpm.
Sisa gas buang turbin ini melalui exhaust dipergunakan lagi untuk waste heat boiler dirnana WHB ini akan menghasilkan steam keperalatan pabrik lainnya seperti turbin steam pada cooling water system.

2.9.2        Generator Stand By 1,5 MW (53-G1-7002)
Generator Stand By dapat digerakan dengan dua cara yaitu dengan menggunakan solar atau gas. Generator ini digunakan apabila terjadi gangguan dengan selang waktu yang lama sehingga tidak dapat diback up oleh generator.
Generator Stand By digunakan pada saat dilakukannya perbaikan tahunan oleh PT. Pupuk Iskandar Muda dan generator ini hanya menyediakan daya untuk beban kritikal saja seperti Utility dan Ammonia.


2.9.3        Generator Emergency 350 KW (53-GH-7001)
Generator emergency ini digerakkan dengan mesin diesel, untuk menyediakan daya listrik pada beban-beban kritis yang tidak boleh tidak bekerja seperti UPS dan motor lampu darurat bila generator utama mengalami gangguan. Generator darurat ini dikenal sebagai Diesel Engine Generator (DEG) yang bekerja secara otomatis untuk memikul beban bila terjadi kegagalan listrik setelah 10 detik. Bila generator utama kembali normal operasi maka selanjutnya DEG ini akan bekerja paralel dengan line distribusi dan kemudian DEG dimatikan.
Apabila DEG beroperasi maka Generator Stand By harus di start (secara manual) untuk memenuhi kebutuhan daya motor listrik di utility, urea, ammonia dan penerangan dibeberapa tempat.

2.9.4        Transformator
Transformator adalah suatu alat listrik yang dapat memindahkan dan mengubah energi listrik dari suatu rangkaian listrik ke rangkaian listrik yang lain melalui gandengan magnet yang berdasarkan prinsip induksi elektromagnetik.
Dalam bidang tenaga listrik, pemakaian transformator dikelompokkan menjadi :
1.      Transformator Daya
2.      Transformator Distribusi
3.      Transformator pengukuran yang terdiri dari transformator arus dan transformator tegangan.
Transformator daya digunakan dalam transmisi daya listrik, yaitu untuk menaikkan tegangan output generator kesuatu tegangan yang sesuai untuk transmisi, kemudian diakhir saluran transmisi diturunkan kembali tegangan untuk kemudian didistribusikan.

Transformator yang terdapat di PT. Pupuk Iskandar Muda yaitu :
1. Transformator Step Down untuk menurunkan tegangan 13,8 kV menjadi 2,4 kV.
2. Transformator Step Down untuk menurunkan tegangan 2,4 kV menjadi 480 V.
3. Transformator Step Down untuk menurunkan tegangan dari 480 V menjadi 220 V.
4. Transformator Step Up pada unit Generator Stand By untuk menaikan tegangan dari 2,4 kV menjadi 13,8 kV.

2.9.5        Sistem Distribusi
Fungsi dari sistem distribusi adalah menyalurkan dan mendistribusikan tenaga listrik dari pusat supply ke pusat - pusat / kelompok beban dan konsumen dengan mutu penyaluran yang memadai.
a.       Keandalan Sistem Distribusi
Kontinuitas pelayanan tergantung pada macam sarana penyaluran peralatan pengaman. Sarana penyalur atau jaringan distribusi mempunyai tingkat kontinuitas yang tergantung pada susunan saluran dan cara pengaturan operasinya, pada hakikatnya direncanakan dan dipilih untuk memenuhi kebutuhan dan sifat beban.

b.      Sistem Saluran dan Jaringan Distribusi
Saluran distribusi pada PT. Pupuk Iskandar Muda ini adalah saluran bawah tanah (underground cable). Keuntungan pemakaian saluran bawah tanah ini adalah tidak terpengaruh oleh gangguan cuaca buruk seperti angin, hujan, petir, dan lebih estestis karena tidak mengganggu pandangan sedangkan kerugiannya adalah segi ekonomis, biaya pembangunannya lebih mahal dan perbaikannya sukar bila terjadi gangguan.

Jaringan distribusi pada PT. Pupuk Iskandar Muda menggunakan :
1. Sistem simple-radial
2. Sistem Loop Primary-radial.

Sistem jaringan radial mempunyai beberapa keuntungan antara lain biaya investasi relative rendah, bentuk jaringan sederhana. Tetapi dari segi kehandalan sistem radial ini terburuk, sebab bila feeder atau trafo mengalami ganggauan maka kelompok beban tersebut mengalami gangguan. Oleh sebab itu harus diperhatikan dan diperhitungkan koordinasi reley proteksinya. Agar jika terjadi gangguan, pemutus yang bekerja hanya pada beban yang terganggu saja. Sistem loop primary-radial dipergunakan pada unit ammonia, walaupun sumber tenaga listrik yang dipakai berasal dan satu sumber saja. Hal ini bertujuan agar salah satu saluran mengalami gangguan, dapat dialihkan kesaluran yang lain.

c.       Pengaman Sistem Distribusi
Sistem pengaman bertujuan untuk mencegah atau membatasi kerusakan pada jaringan beserta peralatannya, dan keselamatan umum yang disebabkan karena gangguan dan meningkatkannya kelangsungan produktifitas pabrik dan keperluan fasilitas perusahaan.
Pelaksanaan tugas dan pengamanan dapat diperinci sebagai berikut :
1. Melakukan koordinasi dengan sisi tegangan tinggi (GI/Transmisi/Pembangkit).
2. Mengamankan peralatan dan kerusakan karena arus lebih.
3. Membatasi kemungkinan terjadinya kecelakaan.
4. Secepatnya pembebasan pemadaman karena gangguan.
5. Membatasi daerah yang mengalami pemadaman.
6. Mengurangi intensitas pemutusan tetap karena gangguan.

d.      Normal Power Supply
Dalam keadaan normal, daya listrik disupply oleh generator utama yang berkapasitas 15 MW, 13.8 kV yang digerakkan oleh turbin gas. Daya listrik yang dibangkitkan tersebut distribusikan melalui busbar 13,8 kV di dalam Switch Gear Main dan Utility untuk seterusnya didistribusikan ke seluruh areal pabrik dan perumahan.
Daya listrik yang berasal dari bus 13,8 kV ini didistribusikan ke pusat beban melalui masing - masing Swicth Room (Gardu - Gardu) berikut :
·         Switch room Main and Utility (Ruang Kontrol Utama dan Utility).
·         Switch room Urea Unit (Ruang Kontrol Unit Urea).
·         Switch room Urea Handling and Storage Facility (Ruang Kontrol Penanganan dan Unit Fasilitas Urea).
·         Switch room Air Sparation Facility (Ruang Fasilitas Pendingin).
·         Swicth room Water in Take Facility (Ruang Fasilitas Pengontrolan Air).
·         Swicth room Housing Colony (Ruang Kontrol untuk Penerangan Perumahan).


BAB III
DASAR TEORI

3.1.            Teori Dasar Transformator
Transformator merupakan suatu alat listrik yang mengubah tegangan arus bolak-balik dari satu tingkat ke tingkat yang lain melalui suatu gandengan magnet dan berdasarkan prinsip-prinsip induksi-elektromagnet.  Transformator terdiri atas sebuah inti, yang terbuat dari besi berlapis dan dua buah kumparan, yaitu kumparan primer dan kumparan sekunder.
         Transformator terdiri dari tiga komponen utama yaitu :
1.      Kumparan primer
2.      Kumparan skunder
3.      Inti transformator
Kontruksi transformator dapat dilihat pada gambar dibawah ini:

Keterangan :
V1       = Tegangan ujung primer                    V2       = Tegangan sekunder
E1        = Teganagan induksi primer                E2        = Tegangan induksi sekunder
I1         =  Arus primer                                     I2         =  Arus sekunder
N1       =  Kumparan primer                            N2       =  Kumparan sekunder
Penggunaan transformator yang sederhana dan handal memungkinkan dipilihnya tegangan yang sesuai dan ekonomis untuk tiap-tiap keperluan serta merupakan salah satu sebab penting bahwa arus bolak-balik sangat banyak dipergunakan untuk pembangkitan dan penyaluran tenaga listrik.
Transformator yang dipergunakan di PT.PIM yaitu :
a.       Step-up transformator,untuk menaikkan tegangan 11  KV menjadi 13,8 KV.
b.      Step-down transformator,untuk menurunkan tegangan 13,8 KV menjadi 2,4 KV
c.       Step-dwon transformator,untuk menurunkan tegangan dari 2,4 KV menjadi 480V.
d.      Step-dwon Transformator,untuk menurunkan tegangan dari 480 V ke 380 V untuk keperluan penerangan ruangan dan pendingin udara.
e.       Transformer-transformer untuk pengukuran dan relay-relay.
                                          
3.2.             Prinsip Kerja Transformator
Prinsip kerja transformator adalah berdasarkan hukum Ohm dan hukum Faraday, yaitu : arus listrik dapat menimbulkan medan magnet dan sebaliknya medan magnet dapat menimbulkan arus listrik. Jika pada salah satu kumparan pada transformator diberi arus bolak-balik maka jumlah garis gaya magnet akan berubah-ubah. Akibatnya pada sisi primer terjadi induksi. Sisi sekunder menerima garis gaya magnet dari sisi primer yang jumlahnya berubah-ubah pula. Maka di sisi sekunder juga timbul induksi, akibatnya antara dua ujung terdapat beda tegangan.
3.3.            Gangguan Pada Transformator
            Gangguan trafo yang dapat terjadi,adalah sebagai berikut :
1.      Gangguan yang timbul perlahan-lahan.
a.                   Rusaknya isolasi dari core clamping bolts atau antar laminasi.
b.                  Panas setempat dan pelepasan oleh salah kontak.
c.                   Minyak trafo yang lama-lama akan kotor.
2.      Gangguan yang dibangkitkan seketika.
a.       Kerusakan isolasi bushing.
b.      Short circuit antar fasa atau ke grounding.
c.       Short circuit pada winding.
d.      Short circuit dan bushing dan lead.



BAB IV
PEMBAHASAN
                                                   
4.1.            Pemeliharaan Dan Perawatan Transformator dengan Peralatan Keamanan
Untuk mencegah terjadinya kerusakan yang berakibat fatal pada sebuah transformator dari gangguan, maka sebuah transformator harus dilengkapi dengan peralatan pengaman. Pengaman sebuah transformator dari gangguan yang terjadi pada bagian lain dalam sistem tenaga listrik secara umum dapat digolongkan dua kelompok jenis pengaman yaitu :
1.      Pengamanan obyek, yaitu pengamanan transfomator maupun sistem terhadap  gangguan yang terjadi dalam transformator itu sendiri (internal fault).
2.      Pengamanan sistem, yaitu pengamanan terhadap gangguan yang terjadi di luar transformator (external fault).
Adapun gangguan yang terjadi pada transformator antara lain :
·         Arus lebih (over load, short circuit).
·         Arus selisih (unbalanced).
·         Gangguan tanah (ground fault).

4.1.1.      Pengertian Manajemen Perawatan
Menurut Supandi dalam bukunya “Manajemen Perawatan Industri” (15:1985) pengertian manajemen perawatan adalah mengatur/mengelola program perawatan  atau perbaikan sebaik-baiknya sehingga dapat mencapai tujuan usaha.Hal ini juga sangat dipengaruhi pada pendidikan serta latihan yang cukup bagi tenaga teknisi serta mutu mesin yang digunakan.

4.1.2.      Tujuan Umum Program Manajemen Perawatan
            Ditinjau dari segi pelaksanaannya maka sistem pelaksanaan ini dapat dibagi dalam dua cara, yaitu :
1.      Perawatan yang direncanakan yaitu pengorganisasian pekerjaan perawatan  yang dilaksanakan dengan pertimbangan ke masa depan.
2.      Perawatan yang tidak direncanakan yaitu : pekerjaan perawatan yang  dilakukan secara darurat yang tidak termasuk dalam perencanaan  penjadwalan kerja.
                   
4.1.3.    Bentuk-Bentuk Perawatan
Menurut Supandi dalam bukunya “Manajemen Perawatan” (27:1985)  adalah  sebagai berikut :
1.      Perawatan Preventif (Preventif maintenance). yaitu pekerjaan perawatan yang   bertujuan  untuk mencegah terjadinya kerusakan atau dengan kata lain yaitu cara perawatan yang direncanakan untuk pencegahan kerusakan (preventif) pada waktu beroperasi.
2.      Perawatan korektif (corrective maintenance) yaitu pekerjaan perawatan yang dilaksanakan untuk memperbaiki dan meninggalkan kondisi fasilitas sehingga mencapai standar yang diijinkan. Perawatan korektif termasuk perawatan yang direncanakan untuk perbaikan.
3.      Perawatan berjalan (Runing Maintenance) yaitu pekerjaan perawatan yang dilaksanakan pada saat peralatan dalam keadaan hidup atau beroperasi. Perawatan ini termasuk yang direncanakan.
4.      Perawatan Predictive yaitu pekerjaan perawatan  yang dilaksanakan untuk mengetahui terjadinya perubahan atau kelalaian dalam kondisi fisik maupun fungsi dan sistem peralatan. Biasanya perawatan prediktif dilaksanakan dengan bantuan alat bantu monitor.
5.      Perawatan setelah terjadinya kerusakan. Cara perawatan ini dilakukan setelah terjadinya kerusakan. Memperbaikinya harus dengan menyiapkan suku cadang, material, alat dan tenaga kerja.
6.      Perawatan darurat (Emergency Maintenance) pekerjaan ini dilaksanakan harus dengan segera mungkin karena menggangu penurunan produksi, perawatan darurat ini termasuk cara perawatan yang tidak direncanakan (unplanned maintenance).

4.1.4.  Perencanaan dan Penjadwalan Perawatan
       Sebelum pekerjaan perawatan dilaksanakan perlu adanya perencanaan yang jelas antara lain pembagian wewenang,tugas yang jelas, serta jumlah pekerja yang terlibat dalam organisasi juga harus jelas. Hal ini bertujuan untuk mempermudah dalam melaksanakan pekerjaan. Dengan adanya perencanaan maka dapat diketahui apa yang harus dikerjakan dan oleh siapa. Setelah perencanaan kerja disusun, barulah diatur jadwal kerjanya sehingga tidak terjadi tumpang tindih pekerjaan perawatan. Semua pekerjaan perawatan ini dikomandoi oleh satu komando yaitu kordinator lapangan.

4.2.      Data Spesifikasi Transformator TR-221
Data-data trafo Penurunan Tegangan 2500 kVA, 2400 V Transformator mempunyai data spesifikasi dan data sheet tersendiri yaitu;

Gambar 4.1 trafo TR-221

                        UNINDO,Standart ANSI C-57,Indonesia

v  Rated KVA                            : 2500 KVA   
v  Phasa                                       : 3
v  Frequency                               : 50 Hz
v  Vektor Group                          : Dyn 11
v  Vektor Diagram                      : HV / ∆  LV / ү
v  Nominal Primary Voltage       : 13800 KV
v  Secondary Nominal Voltage   : 2400 KV
v  Impedansi Voltage                  : 6,25 %
v  Insulation Level                      : 95 KV
v  Type                                        : Oil Filled With N2 Cushion

4.2.1.   Jenis Transformator di PT.PIM
Transformator yang digunakan dapat diklasifikasikan sebagai berikut :
·         Transformator Penaik Tegangan 11 kV / 13,8 kV
·         Transformator Penurunan Tegangan 13,8 kV / 2,4 kV
·         Transformator Penurunan Tegangan 13,8 kV / 480 V
·         Transformator Penurunan Tegangan 13,8 kV / 380 V

Peralatan yang dilayani berbeda-beda tingkatannya, untuk memenuhi kebutuhan yang beraneka ragam ini maka substation-substation dilengkapi dengan transformator penurunan tegangan dengan keluaran tegangan yang dibutuhkan oleh peralatan-peralatan yang akan dilayani. Untuk memakai kapasitas dan kemampuan dari transformator, kita bisa menambah fan/kipas pada kisi-kisi perbandingan transformator tersebut.


4.2.2.      Type Transformator yang Digunakan di PT. PIM
Di PT. PIM, transformator yang dipakai untuk bertegangan tinggi (High Voltage) adalah:
·         UNINDO – Oil Filled With N2 Gas Cushion
Ø   Type Nitrogen Gas Sealed
Berisi nitrogen dibagian atas permukaan minyak trafo dan oleh karena minyak trafo sama sekali tidak ada hubungan dengan udara luar.
Gambar.4.3 Type Nitrogen Gas Sealed









(A) Oil Drain Valve
(B) Nitrogen Gas Sealing and Pressure Gauge
(C) Nitrogen Relief Plug
(D) Oil Drain
(E) Pressure Gauge
(F) Three Way Joint
Nitrogen gas cushion pada trafo type ini mempunyai fungsi sama dengan konservator. Udara sifatnya kompresible sedangkan juga nitrogen sifatnya kompresible. Sifat kompresible nitrogen ini sama dengan fungsi udara dan breather pada konservator.
Pada trafo konservator breather berfungsi sebagai lubang pernafasan dari transformator sehingga tidak ada tekanan pada transformator karena tekanan (akibat pengembangan volume minyak) akan dibuang lewat breather dan jika temperatur minyak turun maka udara luar masuk kedalam conservator trafo melalui breather dan disaring oleh  silica gell pada breather. Silica gell saat baru berwarna ungu kalo sudah jenuh berisi air akan berubah menjadi pink, kalo rusak berwarna coklat atau hitam.
Di trafo oil dengan nitrogen cushion, gas nitrogen yang kompresible menggantikan prinsip konservator. Tangki tidak diisi oli penuh, sebagian diisi gas nitrogen. Sewaktu ada tekanan, oli akan ekspansi ke atas dan menekan nitrogen, nitrogen akan mampat dan memberi ruang pada oli untuk ekspansi.
Jika terjadi over pressure, akan diamankan oleh pengaman pressure seperti MPRD dan sudden pressure. Khusus trafo oil filled with nitrogen gas chusion, ada vacuum bleeder, akan bekerja lebih cepat daripada sudden pressure dan MPRD.
Fungsi vacuum bleeder adalah menyeimbangkan tekanan yang ada di tangki biasanya setting tekanan ± 0.5 Bar. Maka jika tekanan di dalam tangki melebihi setting bleeder  karena pengembangan volume minyak, maka tekanan bleader akan membuang tekanan tersebut, Pada daerah yang mempunyai musim dingin, pada saat temperature udara dingin maka volume minyak akan menyusut sehingga terjadi tekanan minus  dibawah setting (vacuum pada tangki trafo)  untuk mencegah kerusakan tangki maka melalui bleeder udara luar akan masuk ke dalam tangki. Sebagaimana diketahui, udara dari luar ada kemungkinan kandungan H2O yang bisa merusak minyak trafo dan menyebabkan trafo short.

4.2.3.      Jenis-jenis Pengamanan pada Transformator Distribusi pada PT. PIM
Selain kelengkapan dan alat bantu yang ada pada transformator di PT. Arun, pada transformator juga dilengkapi dengan pengamanan lainnya, yaitu :
·         Bulcholz pressure relay.
·         Relay arus lebih (over current relay).
·         Relay gangguan tanah (ground foul relay).
·         Pengaman tanduk (lightening arrester).

4.2.4.      Pengamanan Alat Bantu Transformator di PT. PIM
Kelengkapan alat bantu pada sebuah transformator merupakan peralatan yang dapat membantu mendeteksi transformator sejak dini dari kemungkinan terjadinya kerusakan. Alat Bantu yang digunakan adalah :
1.      Dial thermometer (dial temperature indikatior)
Dial thermometer (dial temperature indicator) merupakan alat yang digunakan untuk mengetahui temperature minyak di dalam transformator yang dipasang pada transformator. Alat ini mempunyai 3 jarum penunjuk, yaitu :
·         Jarum berwarna putih, untuk mengukur temperature actual dalam tanki.
·         Jarum berwarna biru, untuk mengukur batas temperature maksimum.
·         Jarum berwarna merah, untuk mengukur batas alarm temperatur.
2.      Indikasi batas minyak (dial oil level indicator)
Oil gauge tipe dial dipasang pada tanki transformator untuk menunjukkan perubahan temperature minyak dari perubahan level minyak dalam %. Permukaan minyak yang menurun dapat berarti ada kebocoran minyak atau alat ukur tidak terbaca.
3.      Pressure vacuum indicator
Pressure vacuum indicator merupakan alat ukur tekanan gas nitrogen yang mempunyai batas, apabila penunjukkan di bawah, tanki akan terjadi vacum. Hal ini sangat berbahaya karena bisa menyebabkan udara luar masuk ke dalam tanki transformator.
4.      Isolator (bushing)
Bushing ini ditempatkan di dalam sebuah terminal compertement (high voltage compertement) yang berarti minyak transformator yang menghubungkan terminal transformator dengan kabel distribusi peimer.

4.2.5.      Pemeliharaan Berkala
Pada umumnya untuk menghambat penurunan kondisi kerja dan memperpanjang umur pemakaian, maka sebuah transformator pemeliharaannya harus dilakukan secara teratur, baik secara rutin atau berkala. Setiap mesin listrik baik statis maupun dinamis yang beroperasi secara terus-menerus dan pemeliharaan secara baik akan diperoleh keuntungan, misalnya :
·         Mengurangi kerusakan yang berakibat fatal sehingga akan menganggu
·         Mengurangi kerusakan sehingga dapat memperkecil biaya perbaikan.
·         Mesin akan bekerja secara lancar.
·         Dapat memperkirakan kerusakan mesin dan merencanakan untuk memperbaikinya sebelum terjadi kerusakan.
·         Kerusakan-kerusakan yang terjadi pada mesin listrik akan dapat berkurang karena adanya sistem pemeliharaan yang baik dan teratur.

Pada umumnya pemeliharaan dilakukan secara bertahap, antara lain :
a.       Pemeliharaan jangka pendek (monthy)
Pada transformator dilakukan pengontrolan saja, bila ada perbaikan tidak mengganggu kelancaran jalannya operasi transformator. Pemeliharaan yang dilakukan antara lain :
·         Membersihkan debu-debu atau kotoran-kotoran disekelilingnya.
·         Penggantian silicagel, bila warna berubah keputih-putihan.
·         Pengontrolan atau pengecekan alat-alat ukur dan kontrol lainnya
b.      Pemeliharaan jangka panjang (yearly)
Pemeliharaan jangka panjang atau tahunan antara lain :
·         Pemeriksaan minyak transformator.
·         Pemeriksaan isolasi.
·         Pemeriksaan baut-baut pada bushing dan bus-duct.
·         Pemeriksaan alat-alat pengaman.
·         Pemeriksaan kebocoran minyak transformator.
·         Pemeriksaan bagian kerangka yang berkarat.
·         Pemeriksaan bus-duct heater.
·         Penukaran komponen dan record data.
·         Pemeriksaan pertanahan.

Adapun kotoran yang menumpuk pada isolasi trafo harus dibersihkan agar sirkulasi udara mengalir bebas, selain itu juga untuk menghindari kemungkinan terjadinya kerusakan pada isolasi. Tidak diperkenankan menggunakan cairan pembesih sebab beberapa jenis cairan ini memiliki zat pelarut dan merusak bahan isolasi.

4.2.6.      Pemeriksaan Minyak
Minyak harus bebas dari setiap bahan penghantar listrik. Mineral oil sering digunakan sebagai minyak trafo. Pada transformator tipe basa, inti dan komponen transformator tersebut direndam dalam cairan yang berfungsi sebagai isolasi dan pendingin. Di mana minyak berperan besar dalam beroperasi dan kehandalan transformator sesuai dengan fungsinya yaitu sebagai :
a.       Media pendingin
Di mana trafo harus mampu mencegah terjadinya panas yang berlebihan pada transformer yang sedang beroperasi, sehingga panas yang timbul masih dalam batas-batas yang diizinkan.
b.      Isolasi
Di mana minyak transformer mempunyai daya isolasi tegangan yang cukup besar sehingga dapat membentuk isolasi yang telah ada pada kumparan primer dan kumparan sekunder.
c.       Peredam bunga api
Di mana minyak transformer harus mampu meredam bunga api karena transformer menjadi panas. Minyak transformer harus mempunyai sifat-sifat :
·         Tegangan tembus (dielectric strength) dalam kondisi baik.
·         Kekentalan (viscosity) kekentalan rendah maka minyak akan cepat mengadakan sirkulasi.
·         Titik nyala (flash point) pada temperature 1000C hanya sedikit saja menguap, sehingga minyak transformator tidak mudah terbakar.
·         Berat jenis (specific gravity) berat jenis transformator harus rendah, sehingga minyak transformator tidak terjadi emulsion bila minyak kemasukan air dan air akan cepat memisah.
·         Minyak harus bersih, tidak mengandung air, kotoran, asam, basa dan larutan belerang.

4.2.7.      Pemeriksaan Tahanan Isolasi
Pemeriksaan isolasi perlu diadakan pemeriksaan secara berkala mengingat transformator terus beroperasi dan umumnya bekerja pada temperature tinggi kemungkinan dapat mempengaruhi isolasi 1000 ohm/ 1 volt. Pengukuran tahanan isolasi bertujuan untuk mengetahui apakah bahan isolasi masih mempunyai persyaratan minimum seperti yang ditetapkan untuk tarnsformator tersebut.
Syarat minimum tahanan isolasi :
(1000 x tegangan kerja ) ohm
Sedangkan dalam pemilihan menggunakan megger :
Minimum 2 x tegangan kerja = tegangan injeksi
Maksimum 5 x tegangan kerja = tegangan injeksi 



4.3.             Pemeriksaan Baut Terminal
Pada transformator yang sedang beroperasi terdapat getaran-getaran, ini menunjukkan akan mempengaruhi kekecangan baut terminal. Pada transformator perlu pemeriksaan baut-baut terminal yang kendur, apakah perlu penguatan atau pengerasan agar tidak menimbulkan bunga api yang mengakibatkan panas sehingga dapat merusak isolasi.

4.4.            Pemeriksaan Pertanahan (grouding)
System pertanahan di dalam peralatan listrik sangat penting, baik untuk peralatan itu sendiri maupun keselamatan manusia. Pertanahan tanki secara permanent dan efekstif menggunakan grond pads yang dipasang di bagian dasar tanki merupakan pertanahan yang baik dengan tahanan yang rendah. Suatu syarat yang dikehendaki pada system pertanahan ini adanya tahanan hambatan tanah sekecil mungkin agar bila terjadi gangguan arus dapat dengan mudah mengalir ke tanah.
System pertanahan pada transformator di PT. PIM memakai neutral groding resister. Mengingat pentingnya system pertanahan, maka perlu diadakan pemeriksaan nilai tahanan pertanahan pada waktu tertentu, terutama pada musim kemarau tahanan dapat menjadi besar. Tahanan pertanahan maksimum 5 ohm.
Gambar 4.4 Pentanahan Transformator






Pentanahan / Arde
Arde adalah suatu alat untuk menetralisir arus statis yang tidak dikehendaki. Oleh karena itu, arde harus diperiksa secara berkala. Beberapa jenis pemasangan arde, yaitu :
a.       Jenis batang.
b.      Jenis plat.
c.       Jenis pita.

Cara memperkecil harga pertanahan, yaitu :
·         Satu atau lebih elektroda pentanahan dihubungkan pararel.
·         Sistem penggaraman, larutan air garam dituangkan pada elektroda.
·         Pipa yang sama besar tetapi lebih panjang sebagai penganti elektroda.
·         Pipa yang sangat panjang tetapi lebih besar agar dinding pipa bersentuhan dengan tanah lebih luas.
4.5.            Safety
Energi listrik yang membantu manusia dalam abad modern ini, selain itu juga dapat mengakibatkan kecelakaan bagi manusia. Arus listrik tidak dapat dilihat dengan mata tetapi dapat dirasakan dengan menggunakan peralatan penunjang. Semua pelaksanaan pekerjaan pada peralatan listrik untuk tegangan minimum harus dilakukan oleh dua orang teknisi dan harus selalu menggunakan alat-alat pengaman tubuh yang telah direkomendasikan. Di negara-negara maju, untuk mengoperasikan peralatan listrik harus terlebih dahulu melakukan tahapan training. Pada dasarnya, seorang pekerja dengan peralatan listrik yang sedang energized atau bekerja memakai power, misalnya :
·         Instalasi, switching, pengukuran, pemeriksaan grouding resistence harus selalu menggunakan sarung tangan karet dan alat pertukangan yang memakai isolasi.
·         Perbaikan atau perawatan pada peralatan tegangan (substation, transformer, cable dan lain-lain) hanya dapat dilaksanakan bila pekerjaan mendapat work permit dan akan dilakukan bila alat tersebut telah benar-benar mati dan telah di rack out dan dipasang tag/pad lock.
·         Peralatan pelindung listrik harus digunakan sesuai dengan fungsinya oleh personil yang mempunyai pengetahuan, peralatan pelindung harus tersedia, terpelihara dan ditest untuk melihat fungsi kerjanya.

Sebelum melakukan pekerjaan, terlebih dahulu :
a.       Memahami bahaya pekerjaan pada sistem yang bertegangan.
b.      Mengenai persyaratan dan aturan kerja pada sistem bertegangan..
Alat-alat keselamatan kerja listrik :
·         Sarung tangan karet atau PVC.
·         Topi keselamatan bukan logam.
·         Selimut penutup kabel dari karet.
·         Galah (stick) yang terbuat dari bahan bukan penghantar listrik seperti kayu, atau plastik dan sepatu keselamatan.



BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN

5.1.            Kesimpulan
Setelah selesai melaksanakan praktek kerja lapangan di PT. PIM. Sehingga dapat diambil kesimpulan :
·         Transformator memerlukan penanganan dan perhatian yang khusus dalam melaksanakan pemeliharaannya mengingat transformator bekerja secara terus menerus.
·         Faktor keamanan dan keselamatan harus diutamakan pada saat melakukan perawatan dan pemeliharaan transformator.
·         Pemilihan transformator tipe nitrogen gas sealed sangat tepat, dengan hal ini transformator dapat beroperasi secara optimal.
·         Transformator di PT. PIM terdiri atas transformator pembangkit tegangan dan transformator penurun tegangan.

5.2.      Saran
·         Pemeliharaan dan perawatan transformator harus rutin dilakukan agar kerusakan pada tarnsformator menjadi kecil.
·         Untuk lebih menjamin keamanan transformator dari gangguan, perlu adanya pemantauan langsung ke lapangan. 
·         Pada waktu pengambilan contoh minyak,harus diperhatikan untuk tidak kemasukkan benda-benda asing dan partikel debu kedalam minyak.
·         Sebelum pengetesan kekuatan di elektrik minyak, penampung contoh minyak harus bersih dan kering.
·         Untuk menciptakan orang yang berpengetahuan luas khususnya yang berhubungan dengan keteknikan,maka penulis menyarankan hendaknya PT.PIM memperluas jaringan kerja sama dengan berbagai perguruaan tinggi baik negeri maupun swasta supaya mahasiswa lebih mengenal dunia teknologi industri.


1 komentar: