BAB
I
PENDAHULUAN
1.1
Tinjauan Umum
Indonesia adalah sebagai Negara agraris yang mempunyai jumlah penduduk
yang cukup besar dimana pendapatan sebagian penduduk dari bidang pertanian.
Untuk mencukupi bahan pangan bagi seluruh rakyat Indonesia,
pemerintah menitik beratkan pada sektor pertanian, sehingga pemerintah perlu
mencari cara lain untuk mengatasi meningkatnya kebutuhan akan lahan-lahan
pertanian. Diantara cara-cara tersebut adalah dengan cara mengadakan
intensifikasi lahan dengan pemberian pupuk, maka pemerintah kita harus berusaha
untuk mendirikan industri-industri pupuk.
Industri pupuk termasuk dalam
industri kimia dasar dalam mengolah bahan mentah menjadi bahan baku dan bahan
jadi. Industri pupuk juga harus dikelola sebagai suatu unit ekonomi (Business
Unit) yang beroperasi dengan tujuan untuk memperoleh laba, disamping itu juga
membantu para pengusaha ekonomi lemah dengan cara :
·
Meningkatkan dan memperluas lapangan kerja.
·
Mengembangkan kemampuan-kemampuan industri kecil
Disamping itu juga industri pupuk diharapkan sebagai penggerak
pembangunan wilayah dan juga untuk jangka panjang berperan dalam pembangunan
teknologi.
Dari beberapa jenis pupuk, Urea ini adalah salah satu jenis pupuk
Nitrogen yang dibuat dari gas alam yang banyak terdapat di Indonesia. Sedangkan
untuk jenis pupuk lainnya seperti: TSP, ZA dan lainnya, sebagian besar
bahan-bahan bakunya diimpor. Oleh karena salah satu alasan tersebut maka
dibangunlah Pabrik Pupuk Urea.
Suatu industri yang mempunyai proses produksi reaksi kimiawi yang
berantai seperti PT. Pupuk Iskandar Muda tentu tidak diinginkan terputus tenaga
listrik. Hal ini dikarenakan akan menyebabkan kerusakan pada bahan-bahan yang
sedang atau setengah diproses, oleh karena itu PT. Pupuk Iskandar Muda dalam
pengadaan tenaga listrik untuk proses produksi adalah sangat ditentukan lagi
oleh tingkat kepentingan dari operasional proses produksinya.
1.2 Latar Belakang Kerja Praktek
Adapun latar belakang Kerja Praktek (KP), yaitu sebagai bagian dari
keseluruhan yang harus dilaksanakan oleh setiap mahasiswa/i Fakultas Teknik
Jurusan Teknik Elektro Universitas Malikussaleh Lhokseumawe. Dimana kerja
praktek ini mempunyai bobot 2 SKS. Disamping itu dalam program KP ini
mahasiswa/i dapat mengamati secara langsung kenyataan di Industri yang mana
berkaitan dengan disiplin ilmu yang dimiliki.
1.3 Permasalahan
Yang menjadi permasalahan adalah bagaimana sistem pemeliharaan dan
perawatan transformator daya.
1.4 Batasan Masalah
Dalam pembahasan laporan ini penulis hanya membatasi pembahasan pada Sistem Pemeliharaan dan Perawatan
Transformator dengan Peralatan Keamanan PT. Pupuk Iskandar Muda.
1.5 Tujuan dan Ruang Lingkup Kerja Praktek
Tujuan dari Kerja Praktek ini adalah untuk memberi kesempatan kepada
mahasiswa/i untuk membandingkan, mengamati, menganalisa dan menerapkan disiplin
ilmu yang diperoleh dibangku kuliah dengan yang dihadapi secara langsung di
lapangan. Disamping itu juga untuk menambah ilmu pengetahuan mahasiswa/i serta
wawasan mengenai sistem peralatan, sarana penunjang pabrik, manajemen dan
disiplin perusahaan. Diharapkan apa yang didapat oleh mahasiswa/i selama
melakukan Kerja Praktek ini kelak dapat dijadikan bekal dalam berkecimpung
ditengah-tengah masyarakat.
Adapun hal yang diamati dalam Kerja Praktek ini adalah pada bagian
listrik Utility saja, sedangkan di listrik Ammonia dan Urea tidak termasuk.
1.6 Metode
Pengumpulan Data
Dalam menyelesaikan laporan
hasil Kerja Praktek ini, penulis memakai cara - cara sebagai berikut :
1. Wawancara
Teknik ini digunakan dalam
pengumpulan data - data yang ada di lapangan dan keterangan - keterangan yang
tidak diperoleh sewaktu dikuliah.
2. Pengamatan
Disini penulis mengamati alat
- alat yang berada di PT. Pupuk Iskandar Muda untuk selanjutnya dijadikan bahan
penulisan.
3. Study Pustaka
Disini penulis memperoleh data -
data yang dibutuhkan dengan membaca sumber - sumber yang tertulis yang
dibutuhkan demi terselesainya laporan Kerja Praktek ini.
1.7 Sistematika
Penulisan
Pembahasan masalah dalam Kerja
Praktek ini memiliki sistematika penu1isan sebagai berikut :
BAB I PENDAHULUAN
Dalam bab
ini penulis menguraikan tentang mengapa dibangunnya industri pupuk secara umum,
Latar Belakang Kerja Praktek, Permasalahan, Batasan Masalah, Tujuan dan Ruang Lingkup
Kerja Praktek, Metode Pengumpulan Data, dan Sistematika penulisan.
BAB II SEJARAH SINGKAT PERUSAHAAN
Dalam Bab ini penulis
menguraikan tentang sejarah singkat dari PT. Pupuk Iskandar Muda, Lokasi,
Produksi, Unit Penunjang Produksi, Pemasaran, Kepedulian Lingkungan, Pembinaan
Wilayah, Sistem Manajemen dan Struktur Organisasi PT. PIM, Sistem
Kelistrikan, Generator Turbin Gas 15 MW, Generator Stand By 1,5 MW, Generator
Emergency 350 KW, Transformator, dan Sistem Distribusi.
BAB
III LANDASAN TEORI
Dalam bab ini penulis menguraikan tentang Teori tentang transformator,isolasi trafo,proteksi trafo.
BAB IV SISTEM PEMELIHARAAN DAN PERAWATAN TRANSFORMATOR DENGAN PERALATAN KEAMANAN
Dalam bab ini penulis mengetahui bagaimana sistem
pemeliharaan dan perawatan transformator dengan peralatan keamanan
BAB V PENUTUP
Dalam bab ini penulis
mengambil kesimpulan dari sistem pemeliharaan dan perawatan transformator dengan peralatan keamanan
BAB II
SEJARAH SINGKAT PERUSAHAAN
2.1.
Sejarah Ringkas
PT. Pupuk Iskandar Muda
bergerak dalam bidang industri pupuk serta industri kimia lainnya. Perusahaan
ini didirikan pada tanggal 24 Februari tahun 1982, memiliki dua unit pabrik,
yaitu unit pabrik PIM-1 mulai beroperasi secara komersial pada tahun 1985 dan
unit pabrik PIM-2, mulai beroperasi pada
tahun 2004.
Pembangunan proyek pabrik
PIM-1 awalnya dirintis oleh PT. Pusri Palembang pada tahun 1981.
Penandatanganan kontrak pembangunan pabrik dilakukan pada tanggal 2 Oktober
1981 antara Pemerintah RI yang dilaksanakan oleh Departemen Perindustrian c/q
Dirjen Industri Kimia Dasar dan kontraktor utama PT. Rekayasa Industri
(Persero) dan Toyo Engineering Corporation dari Jepang.
Pembangunan pabrik PIM-1
dimulai pada tanggal 13 Maret 1982 dan dapat diselesaikan 3 bulan lebih awal
dari rencana. Pada akhir tahun 1984 pabrik PIM-1 mulai berproduksi. Pengapalan
produksi perdana dilakukan pada 17 Februani 1985 dan pada tanggal 20 Maret 1985
pabrik PIM-1 diresmikan oleh Presiden RI dan beroperasi secara komersial
dimulai tanggal 1 April 1985. Dengan kapasitas produksi sebagai berikut :
- Unit Urea, menggunakan teknologi
Mitsui Toatsu, Jepang, dengan kapasitas desain sebesar 1.725 ton urea / hari.
- Unit Amoniak, menggunakan teknologi Kellog,
Amerika, dengan kapasitas desain 1.000 ton amoniak/hari yang telah dioptimalkan
menjadi 1.170 ton amoniak / hari.
Pada saat meresmikan pabrik
PIM-1, Presiden RI menyatakan akan segera mendirikan pabrik PIM-2 di tempat
yang sama. Sejak saat itu, proyek pengembangan pabrik pupuk PIM-2 mulai
dijajaki. Pada tahun 1994 proyek ini tercatat dalam Blue Book Bappenas dan pada
20 Nopember 1996 Pemerintah menyetujui pembangunan Proyek PIM-2.
Pemancangan tiang pertama
Proyek PIM-2 dilakukan pada tanggal 25 Februari 1999, tetapi karena situasi
keamanan tidak kondusif, proyek ini dihentikan pembangunannya sejak 18 Desember
1999 dan baru dimulai pembangunan kembali pada tanggal 3 Juli 2002. Produksi
amoniak (first drop) terjadi pada tanggal 18 Pebruari 2004 dan pada 15 Agustus
2005 Proyek PIM-2 dinyatakan selesai, dengan kapasitas sebagai berikut :
-
Unit
Urea, menggunakan teknologi Aces - TEC, Jepang, dengan kapasitas desain sebesar 1.725 ton urea /
hari.
-
Unit
Amoniak, menggunakan teknologi Kellog Brown & Root, AS, dengan kapasitas
desain 396.000 ton amoniak/Tahun.
Tertundanya pembangunan Proyek
PIM-2, yang dibangun oleh konsorsium Toyo Engineering Corporation Japan, PT.
Rekayasa Industri dan PT. Krakatau Engineering, ini telah berdampak pada
peningkatan biaya, yaitu dari USD 310,2 juta menjadi USD 344,8 juta.
2.2. Lokasi
Perusahaan
Pabrik pupuk Urea PT Pupuk
Iskandar Muda terletak di wilayah Zona Industri Lhokseumawe (ZILS) ± 250 Km
sebelah Timur Banda Aceh, di Krueng Geukueh, Kecamatan Dewantara, Kabupaten
Aceh Utara, Propinsi Aceh, Indonesia.
Lokasi pabrik di Lhokseurnawe
dipilih dengan beberapa pertimbangan, yaitu:
-
Berdekatan
dengan sumber cadangan bahan baku gas bumi yang sangat besar di Arun.
-
Berdekatan
dengan sumber air baku di sungai Peusangan.
-
Sinergi
sarana pelabuhan dengan PT. Asean Aceh Fertilizer dan Pelabuhan Urnum.
-
Sinergi
pipa gas alam dengan PT. Asean Aceh Fertilizer.
-
Di
jalur lalulintas kapal lnternasional, Selat Malaka, sehingga sangat strategis
terhadap negara sasaran ekspor.
Untuk pengembangan usaha, PT
Pupuk Iskandar Muda telah menyediakan lahan, lengkap dengan fasilitas pendukung
seluas 323 ha, yang terdiri dari :
-
Areal
Pabrik dan Perkantoran: 162 Ha
-
Perumahan
dan sarana/fasilitas seluas: 161 Ha
2.3. Produksi
-
Produksi utama dari PT. PIM adalah Pupuk
Urea
-
Produksi
sampingan yang dihasilkan oleh PT. Pupuk Iskandar Muda terdiri dari Oksigen,
Nitrogen, CO2 cair, dan Dry Ice (Solid Carbon Dioxide).
2.4. Unit Penunjang Produksi
Pabrik PT. Pupuk Iskandar Muda
dilengkapi dengan unit penunjang produksi, diantaranya :
1.
Unit pelabuhan PT. Pupuk Iskandar Muda mampu disandari
kapal-kapal curah berbobot mati sampai 25.000 DWT. Kedalaman rata-rata 10,5
meter pada saat air surut dan dilengkapi dengan sarana untuk memuat pupuk curah
kedalaman kapal (Ship Loader). Serta sarana air minum dan sarana navigasi.
2.
Gudang area curah lengkap dengan portal Scrapper dan
ban berjalan.
3.
Laboratorium pengendalian produksi yang berada unit
utility, unit ammonia dan unit urea.
4.
Laboratorium utama yang selalu memeriksa mutu hasil
produksi dan memonitor limbah.
5.
Perbengkelan yang menunjang pemeliharaan pabrik dan
bengkelan perbaikan alat-alat dan kenderaan.
2.5. Pemasaran
2.5.1.
Pemasaran Dalam Negeri
Sesuai dengan kebijakan Pemerintah dalam rangka ketahanan pangan PT.
Pupuk Iskandar Muda sebagai salah satu anggota Holding Pupuk, memprioritaskan
pemasaran pupuk urea untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri.
Berdasarkan Keputusan Menteri Perdagangan RI Nomor 03/M- DAG/PER/2/2006 tanggal
14 Juli 2006 dan Keputusan Menteri Pertanian RI Nomor :
5O5/Kepts/SR/.130/12/2005 tanggal 26 Desember 2005, wilayah pemasaran pupuk
urea bersubsidi yang diproduksi oleh PT Pupuk Iskandar Muda mencakup seluruh
Kabupaten/ Kotamadya di Provinsi Aceh.
Wilayah Pemasaran untuk sektor pangan adalah sebagal
benikut :
1. Daerah pemasaran di Provinsi Aceh mencakup seluruh kabupaten/
kota.
2. Daerah pemasaran di Propinsi
Sumatera Utara
Setelah kebutuhan pupuk urea bersubsidi terpenuhi,
sisanya dipasarkan ke sektor perkebunan dan industri yang tersebar di Provinsi
Sumatera Utara, Surnatera Barat, Sumatera Selatan, Riau, Jambi, Lampung,
Bangka/Belitung, dan Provinsi Kalimantan Tengah.
2.5.2. Pemasaran Luar Negeri
Dalam kondisi tertentu,
apabila kebutuhan pupuk urea dalam negeri sudah terpenuhi, kelebihan produk
urea tersebut dapat diekspor atas izin khusus dari Pemerintah. Negara
tujuan penjualan ekspor adalah Vietnam, Taiwan, Myanmar, Thailand, Philipina,
Malaysia dan Singapura.
2.6.
Kepedulian Lingkungan
PT. Pupuk Iskandar Muda memiliki komitmen yang sangat kuat bahwa
pengendalian limbah pabrik, baik limbah cair, padat, gas maupun debu merupakan
aspek penting yang harus diprioritaskan pengelolaannya. Upaya pengendalian
lingkungan yang dilakukan dengan cara mencegah terjadinya pencemaran lingkungan
seminimal mungkin.
·
Pengendalian limbah dilakukan dengan proses stripping,
scrubber, recovery, aerasi dan
netralisasi.
·
Pemanfaatan gas buangan (purge gas),
sehingga dihasilkan H2 murni dengan system Hydrogen Recovery Unit.
·
Pemanfaatan condensate, sehingga dihasilkan
condensate yang tidak mengandung ammonia dengan system stripping.
·
Penyerapan gas ammonia, sehingga dapat mencegah
terjadinya pencemaran udara dengan system scrubber.
·
Pengelolaan limbah cair dengan system aerasi
dan netralisasi, sehingga limbah cair yang dibuang ke media lingkungan,
memenuhi baku mutu dan tidak mencemari lingkungan.
·
Pemasangan silencer (peredam) pada alat
mesin, sehingga kebisingan yang ditimbulkan dapat dikurangi.
·
Penyerapan debu urea dengan dust recovery
system, sehingga dapat mengurangi pencemaran debu urea.
2.7.
Pembinaan Wilayah
PT. Pupuk Iskandar Muda selalu berperan aktif dalam pembangunan daerah
dan masyarakat di Provinsi Aceh, khususnya di Kabupaten Aceh Utara. Program
pembinaan wilayah yang dilaksanakan secara berkesinambungan oleh PT. Pupuk
Iskandar Muda telah membawa dampak yang cukup signifikan dalam menjaga
kelangsungan usaha serta pengamanan aset perusahaan.
Pembinaan wilayah yang dilakukan, antara lain : bantuan penyediaan
fasilitas pendidikan, sosial-budaya, kesehatan, olah raga, dan keagamaan.
Pembinaan dilaksanakan melalui kerjasama dengan beberapa instansi terkait,
seperti: Pemerintah Daerah, Perguruan Tinggi, Pemuka Masyarakat, Ulama, Tokoh
Pemuda, dan Pengurus Badan Dakwah Islamiyah Al-Muntaha PT. Pupuk Iskandar Muda.
Disamping pembinaan wilayah yang langsung ditangani oleh perusahaan sejak
tahun 1994, lembaga lain yang juga ikut melakukan kegiatan kemasyarakatan
adalah Yayasan Amil Zakat (YAZ) Al-Muntaha PT. Pupuk Iskandar Muda. Yayasan ini
mengelola zakat, infaq dan sedekah dari karyawan PT. Pupuk Iskandar Muda.
Realisasi pembinaan wilayah yang telah dilakukan oleh PT. Pupuk Iskandar
Muda, antara lain :
·
Mendirikan
LOLAPIL (Loka Latihan Keterampilan) untuk mendidik para pemuda dari desa
sekitar dengan berbagai macam bidang Keterampilan, seperti : Pertanian,
Peternakan, Perikanan, Pengelasan dan Pertukangan.
·
Membantu
pembangunan rumah sangat sederhana kepada keluarga miskin yang berdomisili di
sekitar perusahaan.
·
Memberi
kesempatan kepada masyarakat sekitar untuk memanfaatkan lahan sehias 23 ha
milik PT. Pupuk Iskandar Muda.
·
Menyalurkan
bantuan obat-obatan secara priodik kepada Puskesmas di sekitar perusahaan.
·
Membantu
sarana olah raga untuk beberapa desa di sekitar perusahaan sehingga dapat
dimanfaatkan oleh para pemuda.
2.8.
Sistem Manajemen dan Struktur Organisasi PT. Pupuk Iskandar Muda.
PT. Pupuk Iskandar Muda
berbentuk BUMN yang seluruh sahamnya dimiliki pemerintah. Struktur Organisasi
PT. Pupuk Iskandar Muda mengikuti sistem organisasi garis dan Staf Dewan
Komisaris bertindak sebagai pengawas semua kegiatan yang dilakukan oleh Dewan
Direksi dan menetapkan kebijaksanaan umum yang harus dilakukan. Kedudukan
Direksi adalah sebagai mandataris Dewan Komisaris yang mengawasi seluruh fungsi
operasional perusahaan. Direksi PT. PIM terdiri atas
1. Direktur Utama
2. Direktur Produksi
3. Direktur Keuangan dan Komersil
4. Direktur Teknik dan Pengembangan
5. Direktur SDM dan Umum
Dalam operasionalnya Direksi dibantu oleh Kepala
Kompartemen dan Kepala Departemen / Biro yang bertanggung jawab pada Dewan
Komisaris. Pimpinan tertinggi produksi dipegang oleh Direktur Produksi yang
membawahi langsung Biro Perencanaan Produksi dan Pengawasan Proses, Biro
Inspeksi dan K - 3, serta Kompartemen Produksi. Kompartemen Produksi membawahi
langsung Departemen Operasi I, Departemen Operasi II, Departemen Pemeliharaan
dan Kepala Bagian Shift. Pada kesempatan Kerja Praktek ini penulis ditempatkan
di Departemen Pemeliharaan dimana, Kepala Departemen dibantu oleh lima Kepala
Bagian yaitu :
1. Kabag. Rendal Har
2. Kabag. Perbengkelan dan Alat berat
3. Kabag. Har Lapangan
4. Kabag. Har Listrik
5. Kabag. Har
Instrument
Adapun tugas
Departemen Perneliharaan secara garis besar adalah :
a.
Memelihara dan merawat setiap peralatan pabrik yang
sedang beroperasi, agar semua peralatan dapat bekerja dengan baik tanpa adanya
kerusakan-kerusakan yang tidak diinginkan.
b.
Merencanakan dan mengendalikan setiap langkah perbaikan
Preventif Maintenance.
c. Menye1enggarakan revisi tahunan (perbaikan
tahunan) setiap 12 bulan sampai 18 bulan sekali tergantung kondisi mesin dan
peralatan (seperti Rotaring Machine dan Catalyst Performance).
2.9.
Sistem Kelistrikan
PT. Pupuk Iskandar Muda adalah
industri yang bekerja secara kontinue. Untuk menunjang kontinuitas kerja
tersebut maka tenaga listrik harus tersedia secara kontinue pula. Kontinuitas
penyediaan tenaga listrik tidak dapat diandalkan pada satu pembangkit saja,
karena dapat saja terjadi gangguan pada saat pembangkit sedang beroperasi.
Untuk menjamin tersedianya tenaga listrik secara kontinue pada beban tertentu
atau beban yang sama sekali tidak diperbolehkan kehilangan tenaga listrik, maka
pembangkit listrik harus memiliki beberapa pembangkit, yaitu :
a. Turbin Gas
Generator (Main Generator) berkapasitas 15 MW
b. Turbin Gas
Generator Stand By (Stand By Generator) berkapasitas 1,5 MW
c. Diesel Engine
Generator Emergency (DEG) berkapasitas 350 KW
Dalam kondisi
baik, koordinasi dari Generator utama, Generator Stand by, dan Generator
Emergency adalah sebagai berikut :
1. Bila terjadi Power Failure, maka UPS langsung
mensupply daya ke peralatan Instrumentasi yang sama sekali tidak boleh adanya
pemutusan daya, dengan kebutuhan baterai sebagai sumber tenaga UPS.
2.
Bila terjadi penurunan tegangan yang disebabkan matinya Generator utama
maka DEG 350 KW akan start secara otomatis untuk mensupply daya ke UPS, dimana
sistem ini akan menggantikan fungsi baterai sebagai tenaga UPS dan menjalankan
peralatan - peralatan kritis lainnya seperti pompa minyak pelumas, pompa bahan
bakar, pengisian baterai dan lampu - lampu emergency (darurat).
3. Bila
DEG 350 KW sudah stabil berjalan (2 menit setelah start), maka Generator Stand
By 1,5 MW dihidupkan secara manual untuk menenuhi kebutuhan pompa listrik di
unit Utility, Ammonia, Urea dan penerangan.
2.9.1
Generator Turbin Gas 15 MW
Turbin gas adalah motor bakar yang menghasilkan energi panas kemudian
merubah energi panas tersebut menjadi energi mekanik melalui proses
termodinamika.
Data - data turbin gas yang digunakan pada PT. Pupuk Iskandar Muda adalah:
Kapasitas : 15
MW
Tegangan : 13,8
KV
Arus : 748,4
A
Frekuensi : 50
Hz
Putaran : 3000
rpm
Faktor Kerja : 0,8
Bagian - bagian utama dari turbin gas adalah :
1. Kompresor
2. Chombustion Chamber
3. Turbin
4. Shaft Poros
Turbin gas pada dasarnya
adalah sebuah motor bakar yang menghasilkan energi panas kemudian merubah
energi panas tersebut menjadi energi mekanik.
Data - data turbin gas yang digunakan pada PT.
Pupuk Iskandar Muda :
Model MS 5001
Jenis Operasi : Terus Menerus
Putaran Poros : Berlawanan Arah Jarum Jam
Kecepatan Poros : 5100 rpm
Keluaran :
15 MW
Suhu Masuk : 35 °C ( 95 °F)
Suhu
Keluar : 800°F
Ranting
Panas : 3692 kcal / Kwh
Prinsip Kerja
Turbin Gas :
Motor starting dijalankan dari kontrol room untuk memutar poros kompresor
yang seporos dengan motor start. Dengan berputarnya kompresor udara luar akan
dihisap ke dalam bagian kompresor melalui lubang pemasukan udara oleh rotor
kompresor.
Udara bertekanan (compressor Air) dan kompresor, mengalir keruang
pembakaran (combustion chamber). Di dalam ruang pembakaran, udara ini dicampur
dengan bahan bakar gas (fuel) dan dibakar oleh suatu alat penyalaan atau spark
plug ignition. Hasil pembakaran berupa gas panas yang bertekanan tinggi
disalurkan ke turbin melalui nozzle sehingga menghasilkan gerak perputaran
motor turbin dengan cara difusi gas oleh sudu-sudu turbin. Tekanan dan suhu gas
ini akan menurun apabila telah mulai memutar pasangan rotor turbin dan
selanjutnya keluar melalui diffuser gas buang turbin. Setelah putaran lebih
kurang 2700 rpm secara otomatis motor start akan lepas dari koplingnya, turbin
bekerja memutar compressor dan generator sebagai beban. Kemudian turbin akan
berputar sebesar 5100 rpm. Karena poros turbin dihubungkan ke reduction gear
yang menghubungkan ke generator dimana melalui reduction gear unit ini putaran
turbin diturunkan menjadi 3000 rpm. Sehingga generator hanya menerima putaran
3000 rpm.
Sisa gas buang turbin ini melalui exhaust dipergunakan lagi untuk waste
heat boiler dirnana WHB ini akan menghasilkan steam keperalatan pabrik lainnya
seperti turbin steam pada cooling water system.
2.9.2
Generator Stand By 1,5 MW (53-G1-7002)
Generator Stand By dapat digerakan dengan dua cara yaitu dengan
menggunakan solar atau gas. Generator ini digunakan apabila terjadi gangguan
dengan selang waktu yang lama sehingga tidak dapat diback up oleh generator.
Generator Stand By digunakan pada saat dilakukannya perbaikan tahunan
oleh PT. Pupuk Iskandar Muda dan generator ini hanya menyediakan daya untuk
beban kritikal saja seperti Utility dan Ammonia.
2.9.3
Generator Emergency 350 KW (53-GH-7001)
Generator emergency ini digerakkan dengan mesin diesel, untuk menyediakan
daya listrik pada beban-beban kritis yang tidak boleh tidak bekerja seperti UPS
dan motor lampu darurat bila generator utama mengalami gangguan. Generator
darurat ini dikenal sebagai Diesel Engine Generator (DEG) yang bekerja secara
otomatis untuk memikul beban bila terjadi kegagalan listrik setelah 10 detik. Bila generator utama kembali normal
operasi maka selanjutnya DEG ini akan bekerja paralel dengan line distribusi
dan kemudian DEG dimatikan.
Apabila DEG beroperasi maka Generator Stand By
harus di start (secara manual) untuk memenuhi kebutuhan daya motor listrik di
utility, urea, ammonia dan penerangan dibeberapa tempat.
2.9.4
Transformator
Transformator adalah suatu
alat listrik yang dapat memindahkan dan mengubah energi listrik dari suatu
rangkaian listrik ke rangkaian listrik yang lain melalui gandengan magnet yang
berdasarkan prinsip induksi elektromagnetik.
Dalam bidang tenaga listrik, pemakaian
transformator dikelompokkan menjadi :
1. Transformator Daya
2. Transformator Distribusi
3. Transformator pengukuran yang terdiri dari
transformator arus dan transformator tegangan.
Transformator daya digunakan
dalam transmisi daya listrik, yaitu untuk menaikkan tegangan output generator
kesuatu tegangan yang sesuai untuk transmisi, kemudian diakhir saluran
transmisi diturunkan kembali tegangan untuk kemudian didistribusikan.
Transformator yang terdapat di PT. Pupuk Iskandar
Muda yaitu :
1. Transformator Step Down untuk menurunkan tegangan 13,8 kV menjadi 2,4
kV.
2. Transformator Step Down untuk menurunkan
tegangan 2,4 kV menjadi 480 V.
3. Transformator Step Down untuk menurunkan tegangan dari 480 V menjadi 220
V.
4. Transformator Step Up pada unit Generator Stand By untuk menaikan
tegangan dari 2,4 kV menjadi 13,8 kV.
2.9.5
Sistem Distribusi
Fungsi dari sistem distribusi
adalah menyalurkan dan mendistribusikan tenaga listrik dari pusat supply ke
pusat - pusat / kelompok beban dan konsumen dengan mutu penyaluran yang
memadai.
a. Keandalan Sistem Distribusi
Kontinuitas pelayanan
tergantung pada macam sarana penyaluran peralatan pengaman. Sarana penyalur
atau jaringan distribusi mempunyai tingkat kontinuitas yang tergantung pada
susunan saluran dan cara pengaturan operasinya, pada hakikatnya direncanakan
dan dipilih untuk memenuhi kebutuhan dan sifat beban.
b. Sistem Saluran dan Jaringan Distribusi
Saluran distribusi pada PT.
Pupuk Iskandar Muda ini adalah saluran bawah tanah (underground cable).
Keuntungan pemakaian saluran bawah tanah ini adalah tidak terpengaruh oleh
gangguan cuaca buruk seperti angin, hujan, petir, dan lebih estestis karena
tidak mengganggu pandangan sedangkan kerugiannya adalah segi ekonomis, biaya
pembangunannya lebih mahal dan perbaikannya sukar bila terjadi gangguan.
Jaringan distribusi pada PT. Pupuk Iskandar Muda
menggunakan :
1. Sistem simple-radial
2. Sistem Loop Primary-radial.
Sistem jaringan radial
mempunyai beberapa keuntungan antara lain biaya investasi relative rendah,
bentuk jaringan sederhana. Tetapi dari segi kehandalan sistem radial ini
terburuk, sebab bila feeder atau trafo mengalami ganggauan maka kelompok beban
tersebut mengalami gangguan. Oleh sebab itu harus diperhatikan dan
diperhitungkan koordinasi reley proteksinya. Agar jika terjadi gangguan,
pemutus yang bekerja hanya pada beban yang terganggu saja. Sistem loop
primary-radial dipergunakan pada unit ammonia, walaupun sumber tenaga listrik
yang dipakai berasal dan satu sumber saja. Hal ini bertujuan agar salah satu
saluran mengalami gangguan, dapat dialihkan kesaluran yang lain.
c. Pengaman Sistem Distribusi
Sistem pengaman bertujuan
untuk mencegah atau membatasi kerusakan pada jaringan beserta peralatannya, dan
keselamatan umum yang disebabkan karena gangguan dan meningkatkannya
kelangsungan produktifitas pabrik dan keperluan fasilitas perusahaan.
Pelaksanaan tugas dan pengamanan dapat diperinci
sebagai berikut :
1. Melakukan koordinasi dengan sisi tegangan
tinggi (GI/Transmisi/Pembangkit).
2. Mengamankan peralatan dan kerusakan karena arus
lebih.
3. Membatasi kemungkinan terjadinya kecelakaan.
4. Secepatnya pembebasan pemadaman karena
gangguan.
5. Membatasi daerah yang mengalami pemadaman.
6. Mengurangi intensitas pemutusan tetap karena
gangguan.
d.
Normal Power
Supply
Dalam keadaan normal, daya listrik disupply oleh generator utama yang
berkapasitas 15 MW, 13.8 kV yang digerakkan oleh turbin gas. Daya listrik yang
dibangkitkan tersebut distribusikan melalui busbar 13,8 kV di dalam Switch Gear
Main dan Utility untuk seterusnya didistribusikan ke seluruh areal pabrik dan
perumahan.
Daya listrik yang berasal dari bus 13,8 kV ini didistribusikan ke pusat
beban melalui masing - masing Swicth Room (Gardu - Gardu) berikut :
·
Switch room Main and Utility (Ruang Kontrol
Utama dan Utility).
·
Switch room Urea Unit (Ruang Kontrol Unit Urea).
·
Switch room Urea Handling and Storage Facility
(Ruang Kontrol Penanganan dan Unit Fasilitas Urea).
·
Switch room Air Sparation Facility (Ruang
Fasilitas Pendingin).
·
Swicth room Water in Take Facility (Ruang
Fasilitas Pengontrolan Air).
·
Swicth room Housing Colony (Ruang Kontrol untuk
Penerangan Perumahan).
BAB III
DASAR TEORI
3.1.
Teori Dasar Transformator
Transformator
merupakan suatu alat listrik yang mengubah tegangan arus bolak-balik dari
satu tingkat ke tingkat yang lain melalui suatu gandengan magnet dan
berdasarkan prinsip-prinsip induksi-elektromagnet. Transformator terdiri atas sebuah
inti, yang terbuat dari besi berlapis dan dua buah kumparan, yaitu kumparan
primer dan kumparan sekunder.
Transformator
terdiri dari tiga komponen utama yaitu :
1.
Kumparan primer
2.
Kumparan skunder
3.
Inti transformator
Kontruksi transformator dapat
dilihat pada gambar dibawah ini:
Keterangan :
V1 =
Tegangan ujung primer V2 = Tegangan sekunder
E1 =
Teganagan induksi primer E2 = Tegangan induksi sekunder
I1 = Arus primer I2 =
Arus sekunder
N1 = Kumparan primer N2 = Kumparan sekunder
Penggunaan transformator yang sederhana dan handal
memungkinkan dipilihnya tegangan yang sesuai dan ekonomis untuk tiap-tiap
keperluan serta merupakan salah satu sebab penting bahwa arus bolak-balik
sangat banyak dipergunakan untuk pembangkitan dan penyaluran tenaga listrik.
Transformator yang dipergunakan di PT.PIM yaitu :
a.
Step-up transformator,untuk menaikkan tegangan 11 KV menjadi 13,8 KV.
b.
Step-down transformator,untuk menurunkan tegangan 13,8
KV menjadi 2,4 KV
c. Step-dwon transformator,untuk menurunkan tegangan
dari 2,4 KV menjadi 480V.
d.
Step-dwon Transformator,untuk menurunkan tegangan dari
480 V ke 380 V untuk keperluan penerangan ruangan dan pendingin udara.
e.
Transformer-transformer untuk pengukuran dan
relay-relay.
3.2.
Prinsip Kerja Transformator
Prinsip kerja transformator adalah berdasarkan hukum Ohm dan hukum Faraday, yaitu : arus listrik
dapat menimbulkan medan magnet dan sebaliknya medan magnet dapat menimbulkan
arus listrik. Jika pada salah satu kumparan pada transformator diberi arus
bolak-balik maka jumlah garis gaya magnet akan berubah-ubah. Akibatnya pada
sisi primer terjadi induksi. Sisi sekunder menerima garis gaya magnet dari sisi
primer yang jumlahnya berubah-ubah pula. Maka di sisi sekunder juga timbul
induksi, akibatnya antara dua ujung terdapat beda tegangan.
3.3.
Gangguan Pada Transformator
Gangguan trafo yang dapat terjadi,adalah sebagai
berikut :
1. Gangguan yang timbul perlahan-lahan.
a.
Rusaknya
isolasi dari core clamping bolts atau antar laminasi.
b.
Panas setempat dan pelepasan oleh salah kontak.
c.
Minyak trafo yang lama-lama akan kotor.
2. Gangguan yang dibangkitkan seketika.
a. Kerusakan isolasi bushing.
b. Short circuit antar fasa atau ke grounding.
c. Short circuit pada winding.
d. Short circuit dan bushing dan lead.
BAB IV
PEMBAHASAN
4.1.
Pemeliharaan Dan Perawatan Transformator
dengan Peralatan Keamanan
Untuk mencegah terjadinya
kerusakan yang berakibat fatal pada sebuah transformator dari gangguan, maka
sebuah transformator harus dilengkapi dengan peralatan pengaman. Pengaman
sebuah transformator dari gangguan yang terjadi pada bagian lain dalam sistem
tenaga listrik secara umum dapat digolongkan dua kelompok jenis pengaman yaitu
:
1. Pengamanan obyek, yaitu pengamanan
transfomator maupun sistem terhadap
gangguan yang terjadi dalam transformator itu sendiri (internal fault).
2. Pengamanan sistem, yaitu pengamanan
terhadap gangguan yang terjadi di luar transformator
(external fault).
Adapun gangguan yang terjadi pada transformator antara lain :
·
Arus lebih (over
load, short circuit).
·
Arus selisih (unbalanced).
·
Gangguan tanah (ground fault).
4.1.1.
Pengertian Manajemen Perawatan
Menurut
Supandi dalam bukunya “Manajemen Perawatan Industri” (15:1985) pengertian
manajemen perawatan adalah mengatur/mengelola program perawatan atau perbaikan sebaik-baiknya sehingga dapat
mencapai tujuan usaha.Hal ini juga sangat dipengaruhi pada pendidikan serta
latihan yang cukup bagi tenaga teknisi serta mutu mesin yang digunakan.
4.1.2.
Tujuan Umum Program Manajemen Perawatan
Ditinjau
dari segi pelaksanaannya maka sistem pelaksanaan ini dapat dibagi dalam dua
cara, yaitu :
1. Perawatan yang direncanakan yaitu
pengorganisasian pekerjaan perawatan
yang dilaksanakan dengan pertimbangan ke masa depan.
2. Perawatan yang tidak direncanakan yaitu :
pekerjaan perawatan yang dilakukan
secara darurat yang tidak termasuk dalam perencanaan penjadwalan kerja.
4.1.3.
Bentuk-Bentuk
Perawatan
Menurut
Supandi dalam bukunya “Manajemen Perawatan” (27:1985) adalah
sebagai berikut :
1. Perawatan Preventif (Preventif maintenance). yaitu pekerjaan perawatan yang bertujuan
untuk mencegah terjadinya kerusakan atau dengan kata lain yaitu cara
perawatan yang direncanakan untuk pencegahan kerusakan (preventif) pada waktu beroperasi.
2.
Perawatan
korektif (corrective maintenance)
yaitu pekerjaan perawatan yang dilaksanakan untuk memperbaiki dan meninggalkan
kondisi fasilitas sehingga mencapai standar yang diijinkan. Perawatan
korektif termasuk perawatan yang direncanakan untuk perbaikan.
3.
Perawatan berjalan (Runing
Maintenance) yaitu pekerjaan perawatan yang dilaksanakan pada saat peralatan dalam keadaan hidup
atau beroperasi. Perawatan ini termasuk yang direncanakan.
4.
Perawatan Predictive yaitu pekerjaan
perawatan yang dilaksanakan untuk
mengetahui terjadinya perubahan atau kelalaian dalam kondisi fisik maupun
fungsi dan sistem peralatan. Biasanya perawatan prediktif dilaksanakan dengan
bantuan alat bantu monitor.
5.
Perawatan setelah terjadinya kerusakan. Cara perawatan
ini dilakukan setelah terjadinya kerusakan. Memperbaikinya harus dengan
menyiapkan suku cadang, material, alat dan tenaga kerja.
6.
Perawatan darurat (Emergency
Maintenance) pekerjaan ini dilaksanakan harus dengan segera mungkin karena
menggangu penurunan produksi, perawatan darurat ini termasuk cara perawatan
yang tidak direncanakan (unplanned
maintenance).
4.1.4. Perencanaan dan Penjadwalan Perawatan
Sebelum
pekerjaan perawatan dilaksanakan perlu adanya perencanaan yang jelas antara
lain pembagian wewenang,tugas yang jelas, serta jumlah pekerja yang terlibat
dalam organisasi juga harus jelas. Hal ini bertujuan untuk mempermudah dalam
melaksanakan pekerjaan. Dengan adanya perencanaan maka dapat diketahui apa yang
harus dikerjakan dan oleh siapa. Setelah perencanaan kerja disusun, barulah
diatur jadwal kerjanya sehingga tidak terjadi tumpang tindih pekerjaan
perawatan. Semua pekerjaan perawatan ini dikomandoi oleh satu komando yaitu
kordinator lapangan.
4.2. Data
Spesifikasi Transformator TR-221
Data-data trafo Penurunan Tegangan 2500 kVA,
2400 V Transformator mempunyai data spesifikasi dan data sheet tersendiri
yaitu;
Gambar 4.1 trafo TR-221
UNINDO,Standart ANSI C-57,Indonesia
v
Rated KVA :
2500 KVA
v
Phasa :
3
v
Frequency :
50 Hz
v
Vektor Group :
Dyn 11
v Vektor Diagram : HV / ∆
LV / ү
v
Nominal Primary Voltage : 13800 KV
v
Secondary Nominal Voltage : 2400 KV
v
Impedansi Voltage : 6,25 %
v
Insulation Level :
95 KV
v
Type :
Oil Filled With N2 Cushion
4.2.1. Jenis Transformator di PT.PIM
Transformator
yang digunakan dapat diklasifikasikan sebagai berikut :
·
Transformator
Penaik Tegangan 11 kV / 13,8 kV
·
Transformator
Penurunan Tegangan 13,8 kV / 2,4 kV
·
Transformator
Penurunan Tegangan 13,8 kV / 480 V
·
Transformator
Penurunan Tegangan 13,8 kV / 380 V
Peralatan
yang dilayani berbeda-beda tingkatannya, untuk memenuhi kebutuhan yang beraneka
ragam ini maka substation-substation dilengkapi dengan transformator penurunan
tegangan dengan keluaran tegangan yang dibutuhkan oleh peralatan-peralatan yang
akan dilayani. Untuk memakai kapasitas dan kemampuan dari transformator, kita
bisa menambah fan/kipas pada kisi-kisi perbandingan transformator tersebut.
4.2.2.
Type Transformator yang Digunakan di PT.
PIM
Di PT.
PIM, transformator yang dipakai untuk bertegangan tinggi (High Voltage) adalah:
·
UNINDO – Oil Filled With N2 Gas Cushion
Ø
Type
Nitrogen Gas Sealed
Berisi nitrogen dibagian atas permukaan minyak trafo
dan oleh karena minyak trafo sama sekali tidak ada hubungan dengan udara luar.
|
Gambar.4.3 Type Nitrogen Gas Sealed
|
(A) Oil Drain Valve
(B) Nitrogen Gas Sealing and Pressure Gauge
(C) Nitrogen Relief Plug
(D) Oil Drain
(E) Pressure Gauge
(F) Three Way
Joint
Nitrogen gas
cushion pada trafo type ini mempunyai fungsi sama dengan konservator. Udara
sifatnya kompresible sedangkan juga nitrogen sifatnya kompresible. Sifat
kompresible nitrogen ini sama dengan fungsi udara dan breather pada
konservator.
Pada trafo
konservator breather berfungsi sebagai lubang pernafasan dari transformator
sehingga tidak ada tekanan pada transformator karena tekanan (akibat pengembangan
volume minyak) akan dibuang lewat breather dan jika temperatur minyak turun
maka udara luar masuk kedalam conservator trafo melalui breather dan disaring
oleh silica gell pada breather. Silica gell saat baru berwarna ungu kalo
sudah jenuh berisi air akan berubah menjadi pink, kalo rusak berwarna coklat
atau hitam.
Di trafo oil
dengan nitrogen cushion, gas nitrogen yang kompresible menggantikan prinsip
konservator. Tangki tidak diisi oli penuh, sebagian diisi gas nitrogen. Sewaktu
ada tekanan, oli akan ekspansi ke atas dan menekan nitrogen, nitrogen akan
mampat dan memberi ruang pada oli untuk ekspansi.
Jika terjadi
over pressure, akan diamankan oleh pengaman pressure seperti MPRD dan sudden
pressure. Khusus trafo oil filled with nitrogen gas chusion, ada vacuum
bleeder, akan bekerja lebih cepat daripada sudden pressure dan MPRD.
Fungsi vacuum
bleeder adalah menyeimbangkan tekanan yang ada di tangki biasanya setting
tekanan ± 0.5 Bar. Maka jika tekanan di dalam tangki melebihi setting bleeder
karena pengembangan volume minyak, maka tekanan bleader akan membuang
tekanan tersebut, Pada daerah yang mempunyai musim dingin, pada saat
temperature udara dingin maka volume minyak akan menyusut sehingga terjadi
tekanan minus dibawah setting (vacuum pada tangki trafo) untuk
mencegah kerusakan tangki maka melalui bleeder udara luar akan masuk ke dalam
tangki. Sebagaimana diketahui, udara dari luar ada kemungkinan kandungan H2O
yang bisa merusak minyak trafo dan menyebabkan trafo short.
4.2.3. Jenis-jenis Pengamanan pada Transformator
Distribusi pada PT. PIM
Selain kelengkapan dan alat bantu yang ada pada transformator di PT.
Arun, pada transformator juga dilengkapi dengan pengamanan lainnya, yaitu :
·
Bulcholz
pressure relay.
·
Relay arus lebih (over current relay).
·
Relay gangguan tanah (ground foul relay).
·
Pengaman tanduk (lightening arrester).
4.2.4. Pengamanan Alat Bantu Transformator di PT.
PIM
Kelengkapan alat bantu pada sebuah transformator merupakan peralatan yang
dapat membantu mendeteksi transformator sejak dini dari kemungkinan terjadinya
kerusakan. Alat Bantu yang digunakan adalah :
1.
Dial thermometer (dial
temperature indikatior)
Dial thermometer (dial
temperature indicator) merupakan alat yang digunakan untuk mengetahui
temperature minyak di dalam transformator yang dipasang pada transformator.
Alat ini mempunyai 3 jarum penunjuk, yaitu :
·
Jarum berwarna putih, untuk mengukur temperature
actual dalam tanki.
·
Jarum
berwarna biru, untuk mengukur batas temperature maksimum.
·
Jarum
berwarna merah, untuk mengukur batas alarm temperatur.
2.
Indikasi batas minyak (dial oil level indicator)
Oil gauge tipe
dial dipasang pada tanki transformator untuk menunjukkan perubahan temperature
minyak dari perubahan level minyak dalam %. Permukaan minyak yang menurun dapat
berarti ada kebocoran minyak atau alat ukur tidak terbaca.
3. Pressure vacuum indicator
Pressure vacuum
indicator merupakan alat ukur tekanan gas nitrogen yang mempunyai batas,
apabila penunjukkan di bawah, tanki akan terjadi vacum. Hal ini sangat berbahaya karena bisa menyebabkan
udara luar masuk ke dalam tanki transformator.
4.
Isolator
(bushing)
Bushing ini ditempatkan di dalam sebuah terminal
compertement (high voltage compertement) yang berarti minyak
transformator yang menghubungkan terminal transformator dengan kabel distribusi
peimer.
4.2.5. Pemeliharaan Berkala
Pada umumnya untuk menghambat penurunan kondisi kerja dan memperpanjang
umur pemakaian, maka sebuah transformator pemeliharaannya harus dilakukan
secara teratur, baik secara rutin atau berkala. Setiap mesin listrik baik
statis maupun dinamis yang beroperasi secara terus-menerus dan pemeliharaan secara
baik akan diperoleh keuntungan, misalnya :
·
Mengurangi
kerusakan yang berakibat fatal sehingga akan menganggu
·
Mengurangi
kerusakan sehingga dapat memperkecil biaya perbaikan.
·
Mesin
akan bekerja secara lancar.
·
Dapat
memperkirakan kerusakan mesin dan merencanakan untuk memperbaikinya sebelum
terjadi kerusakan.
·
Kerusakan-kerusakan
yang terjadi pada mesin listrik akan dapat berkurang karena adanya sistem
pemeliharaan yang baik dan teratur.
Pada umumnya pemeliharaan dilakukan secara bertahap, antara lain :
a.
Pemeliharaan jangka pendek (monthy)
Pada transformator dilakukan pengontrolan saja, bila ada perbaikan tidak
mengganggu kelancaran jalannya operasi transformator. Pemeliharaan yang
dilakukan antara lain :
·
Membersihkan debu-debu atau kotoran-kotoran
disekelilingnya.
·
Penggantian silicagel, bila warna berubah
keputih-putihan.
·
Pengontrolan
atau pengecekan alat-alat ukur dan kontrol lainnya
b.
Pemeliharaan jangka panjang (yearly)
Pemeliharaan jangka panjang atau tahunan antara lain :
·
Pemeriksaan
minyak transformator.
·
Pemeriksaan isolasi.
·
Pemeriksaan baut-baut pada bushing dan bus-duct.
·
Pemeriksaan alat-alat pengaman.
·
Pemeriksaan kebocoran minyak transformator.
·
Pemeriksaan
bagian kerangka yang berkarat.
·
Pemeriksaan bus-duct heater.
·
Penukaran komponen dan record data.
·
Pemeriksaan pertanahan.
Adapun kotoran yang menumpuk pada isolasi trafo harus
dibersihkan agar sirkulasi udara mengalir bebas, selain itu juga untuk
menghindari kemungkinan terjadinya kerusakan pada isolasi. Tidak diperkenankan
menggunakan cairan pembesih sebab beberapa jenis cairan ini memiliki zat
pelarut dan merusak bahan isolasi.
4.2.6. Pemeriksaan Minyak
Minyak harus bebas dari setiap bahan penghantar listrik. Mineral oil
sering digunakan sebagai minyak trafo. Pada transformator tipe basa, inti dan
komponen transformator tersebut direndam dalam cairan yang berfungsi sebagai
isolasi dan pendingin. Di mana
minyak berperan besar dalam beroperasi dan kehandalan transformator sesuai
dengan fungsinya yaitu sebagai :
a.
Media pendingin
Di mana trafo harus mampu mencegah terjadinya panas yang berlebihan pada
transformer yang sedang beroperasi, sehingga panas yang timbul masih dalam
batas-batas yang diizinkan.
b.
Isolasi
Di mana minyak transformer mempunyai daya isolasi tegangan yang cukup
besar sehingga dapat membentuk isolasi yang telah ada pada kumparan primer dan
kumparan sekunder.
c.
Peredam bunga api
Di mana minyak transformer harus mampu meredam bunga api karena
transformer menjadi panas. Minyak transformer harus mempunyai sifat-sifat :
·
Tegangan tembus (dielectric strength) dalam
kondisi baik.
·
Kekentalan (viscosity) kekentalan rendah maka
minyak akan cepat mengadakan sirkulasi.
·
Titik nyala (flash point) pada temperature 1000C
hanya sedikit saja menguap, sehingga minyak transformator tidak mudah terbakar.
·
Berat jenis (specific gravity) berat jenis
transformator harus rendah, sehingga minyak transformator tidak terjadi
emulsion bila minyak kemasukan air dan air akan cepat memisah.
·
Minyak
harus bersih, tidak mengandung air, kotoran, asam, basa dan larutan belerang.
4.2.7.
Pemeriksaan Tahanan Isolasi
Pemeriksaan isolasi perlu
diadakan pemeriksaan secara berkala mengingat transformator terus beroperasi
dan umumnya bekerja pada temperature tinggi kemungkinan dapat mempengaruhi
isolasi 1000 ohm/ 1 volt. Pengukuran tahanan isolasi bertujuan untuk mengetahui
apakah bahan isolasi masih mempunyai persyaratan minimum seperti yang
ditetapkan untuk tarnsformator tersebut.
Syarat minimum tahanan isolasi
:
(1000 x
tegangan kerja ) ohm
Sedangkan dalam pemilihan
menggunakan megger :
Minimum 2 x
tegangan kerja = tegangan injeksi
Maksimum 5
x tegangan kerja = tegangan injeksi
4.3.
Pemeriksaan Baut Terminal
Pada transformator yang sedang
beroperasi terdapat getaran-getaran, ini menunjukkan akan mempengaruhi
kekecangan baut terminal. Pada transformator perlu pemeriksaan baut-baut
terminal yang kendur, apakah perlu penguatan atau pengerasan agar tidak
menimbulkan bunga api yang mengakibatkan panas sehingga dapat merusak isolasi.
4.4.
Pemeriksaan Pertanahan (grouding)
System pertanahan di dalam peralatan listrik sangat penting, baik untuk
peralatan itu sendiri maupun keselamatan manusia. Pertanahan tanki secara
permanent dan efekstif menggunakan grond pads yang dipasang di bagian dasar
tanki merupakan pertanahan yang baik dengan tahanan yang rendah. Suatu syarat
yang dikehendaki pada system pertanahan ini adanya tahanan hambatan tanah
sekecil mungkin agar bila terjadi gangguan arus dapat dengan mudah mengalir ke
tanah.
System pertanahan pada transformator di PT. PIM memakai neutral groding
resister. Mengingat pentingnya system pertanahan, maka perlu diadakan
pemeriksaan nilai tahanan pertanahan pada waktu tertentu, terutama pada musim
kemarau tahanan dapat menjadi besar. Tahanan pertanahan maksimum 5 ohm.
|
Gambar 4.4 Pentanahan Transformator
|
Pentanahan /
Arde
Arde adalah suatu alat untuk
menetralisir arus statis yang tidak dikehendaki. Oleh karena itu, arde harus
diperiksa secara berkala. Beberapa jenis pemasangan arde, yaitu :
a.
Jenis batang.
b.
Jenis plat.
c.
Jenis pita.
Cara memperkecil
harga pertanahan, yaitu :
·
Satu
atau lebih elektroda pentanahan dihubungkan pararel.
·
Sistem
penggaraman, larutan air garam dituangkan pada elektroda.
·
Pipa
yang sama besar tetapi lebih panjang sebagai penganti elektroda.
·
Pipa
yang sangat panjang tetapi lebih besar agar dinding pipa bersentuhan dengan
tanah lebih luas.
4.5.
Safety
Energi listrik yang membantu manusia dalam abad modern ini, selain itu
juga dapat mengakibatkan kecelakaan bagi manusia. Arus listrik tidak dapat dilihat dengan mata tetapi
dapat dirasakan dengan menggunakan peralatan penunjang. Semua pelaksanaan
pekerjaan pada peralatan listrik untuk tegangan minimum harus dilakukan oleh
dua orang teknisi dan harus selalu menggunakan alat-alat pengaman tubuh yang
telah direkomendasikan. Di negara-negara maju, untuk mengoperasikan peralatan
listrik harus terlebih dahulu melakukan tahapan training. Pada dasarnya,
seorang pekerja dengan peralatan listrik yang sedang energized atau bekerja
memakai power, misalnya :
·
Instalasi, switching, pengukuran, pemeriksaan grouding resistence harus selalu
menggunakan sarung tangan karet dan alat pertukangan yang memakai isolasi.
·
Perbaikan
atau perawatan pada peralatan
tegangan (substation, transformer, cable dan lain-lain) hanya dapat
dilaksanakan bila pekerjaan mendapat work
permit dan akan dilakukan bila alat tersebut telah benar-benar mati dan telah
di rack out dan dipasang tag/pad lock.
·
Peralatan
pelindung listrik harus digunakan sesuai dengan fungsinya oleh personil yang
mempunyai pengetahuan, peralatan pelindung harus tersedia, terpelihara dan
ditest untuk melihat fungsi kerjanya.
Sebelum melakukan pekerjaan,
terlebih dahulu :
a. Memahami bahaya pekerjaan pada sistem yang
bertegangan.
b. Mengenai persyaratan dan aturan kerja pada
sistem bertegangan..
Alat-alat
keselamatan kerja listrik :
·
Sarung
tangan karet atau PVC.
·
Topi
keselamatan bukan logam.
·
Selimut
penutup kabel dari karet.
·
Galah
(stick) yang terbuat dari bahan bukan penghantar listrik seperti kayu, atau
plastik dan sepatu keselamatan.
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
5.1.
Kesimpulan
Setelah selesai melaksanakan
praktek kerja lapangan di PT. PIM. Sehingga dapat diambil kesimpulan :
·
Transformator memerlukan penanganan dan
perhatian yang khusus dalam melaksanakan pemeliharaannya mengingat
transformator bekerja secara terus menerus.
·
Faktor
keamanan dan keselamatan
harus diutamakan pada saat melakukan perawatan dan pemeliharaan transformator.
·
Pemilihan transformator tipe nitrogen gas sealed sangat tepat, dengan hal ini
transformator dapat beroperasi secara optimal.
·
Transformator di PT. PIM terdiri atas transformator pembangkit tegangan dan
transformator penurun tegangan.
5.2. Saran
·
Pemeliharaan dan perawatan transformator harus
rutin dilakukan agar kerusakan pada tarnsformator menjadi kecil.
·
Untuk lebih menjamin keamanan transformator dari gangguan, perlu adanya
pemantauan langsung ke lapangan.
·
Pada
waktu pengambilan contoh minyak,harus diperhatikan untuk tidak kemasukkan
benda-benda asing dan partikel debu kedalam minyak.
·
Untuk
menciptakan orang yang berpengetahuan luas khususnya yang berhubungan dengan
keteknikan,maka penulis menyarankan hendaknya PT.PIM memperluas jaringan kerja
sama dengan berbagai perguruaan tinggi baik negeri maupun swasta supaya
mahasiswa lebih mengenal dunia teknologi industri.
Yahhhh...
BalasHapus11 12 sma LKP ku Ril. hahahah :D