AGAMA DAN
KEBUDAYAAN
Yang dimaksud dengan kebudayaan (culture) dalam
pembahasan mengenai agama dan kebudayaan adalah aspek-aspek kehidupan
bermasyarakat yang berupa pandangan filosofis, nilai, aturan, ilmu pengetahuan,
ekonimi, system kekerabatan, pemerintahan, hokum dan kesemuanya diistilahkan
dalam ilmu antropologi dengan cultural universal. Kebudayaan lahor karena
manusia hidup bermasyarakat dan berkelompok.
Agama mengandung ajaran tentang pandangan dan jalan
hisup menyeluruh (world view) dan sarat dwengan dimensi supernatural.
Kebudayaan juga istilah yang mencakup segenap aspek kehidupan manusia dalam
masyarakat; dari filsafat, hokum, moral, ekonomi, teknologi, sampai seni dan
ibadat.
Aspek budaya
sangat luas namun secara umum hanya mencakup 4 macam yaitu :
1.
Filsafat
dan ilmu pengetahuan.
2.
Hokum
dan moral.
3.
Seni
dan mistisme
4.
Agama
dan politik.
A.
Filsafat
dan ilmu pengetahuan.
Filsafat adalah pandangan pokok dan mendasar dari
suatu bangsa atau suku bangsa. Filsafat mempengaruhi, bahkan membentuk, aspek
kebudayaan yang lainnya. Filsafat tertentu, seperti materialism, melahirkan
hokum, seni, moral, ilmu pengetahuan yang sejalan dengan filsafat hidup
tersebut bagi bangsa yang bersangkutan. Jika suatu bangsa tidak menerima
petunjuk tentang prinsip hidup dari wahyu, maka filsafat pera pemuka merekalah
yang mereka jadikan sebagai agama dan sebaliknya, jika suatu masyarakat yang
mempercayai ajaran agama, akan mengembangkan filsafat hidupnya sesuai dengan
ajaran agama yang mereka yakini sebagai wahyu atau petunjuk tuhan.
Filsafat adaya yang dikembangkan menjadi agama
sehingga melahirkan system hokum, seni, moral, dan aspek budaya lainnya. Contoh
filsafat yang berubah menjadi agama adalah kongfusianisme (konghucu), budhisme,
dan agama budaya dan sekuler lainnya.
Yang dimaksud dengan ilmu pengetahuan adalah
pengetahuan ilmiah yang merupakan teori atau hokum alam dan kehidupan manusia.
Pengetahuan ilmiah didapatkan melalui penelitian ilmiah. Teori adalah gagasan
atau hipotesis yang telah dibuktikan secara empiric. Sedangkan hokum ilmiah
adalah hokum alam dan social yang telah dibuktikan secara universal, seperti
hokum grafitasi, hokum Archimedes, hokum boyle, hokum manusia adalah makhluk
social. Teknologi adalah alat untuk mempermudah kehidupan manusia yang merupakan
penerapan teori atau hokum alam. kapal selam dibuat berdasarkan hokum
Archimedes. Bom atau pembangkit listrik dibuat berdasarkan teori energy atom
yang ditemukan oleh Einstein, dan lain sebagainya.
Secara praktisi dan kehisupan sehari-hari, juga tampak
betapa perkembangan ilmu pengetahuan telah mempengaruhi system pendidikan agam,
organisasi agama, media dalam berdakwah, bahkan pendapat dan fatwa agama juga banyak yang dipengaruhi oleh ilmu
pengetahuan modern. Fatwa bolehnya bayi tabuang bagi pasangan yang tidak bias
mempunyai anak secara alami, bolehnya keluarga berencana, transfuse darah, dan
lain sebagainya yang dipengaruhi oleh perkembangan ilmu pengetahuan.
B.
Hukum
dan Moral.
Hokum dan moral megatur perilaku manusia. Setiap agama
mengandung ajaran tentang bagaimana perilaku yang baik dan bagaimana yang tidak
baik. Yang baik sianjurkan dan yang dilarang diharamkan atau tidak
diperbolehkan, dianjurkan untuk tidak dikerjakan adalah makruh. Aturan dalam
perilaku itu ada yang dikonkretkan atau dilembagakan dalam bentuk hokum yang
punya sanksi konkret bagi pelanggarnya oleh masyarakat.dan ada juga hanya
sebatas sanksi penyesalan pribadi yang bersangkutan kalau norma itu tidak
diindahkan. Norma yang sebatas penyesalan pribadi kalau tidak dipatuhi dinamakan
moral.
System hokum yang ditempuh oleh suatu masyarakat
dikembangkan dari nilai-nilai dasar yang dipegang oleh masyarakat yang
bersangkutan. Nilai-nilai dasar itu merupakan pandangan filosofis mereka
tentang alam, manusia dan kehisupan.
Ajaran agama menurut dukheim yaitu mementingkan
kehidupan bersama, dengan demikian banyak aturan yang harus dipatuhi. Selain
peraturan tentang bagaimana menyembah tuhan atau beribadat, juga peraturan
bidang kehidupan yang lain, seperti perkawinan, ilmu pengetahuan, ekonomi, politik,
dan lainnya. Bahkan fikih islam mendefinisikan hokum agama sebagai kitab Allah.
Dengan demikian agama berbeda, kalau tidak akan
dikatakan berlawanan, dengan filsafat individualism. Individualism punya
perangkat pemikiran kapitalisme atau pasar bebas dalam bidang ekonomi,
liberalism dalam moral, dan demokrasi dalam politik. Jelas bahwa agama atau
suatu yang dipercayai sebagai agama, seperti materialism, sosialisme dan
sekularisme jugamelahirkan norma dan system hokum tertentu. Apa yang dilarang dan
yang dibolehkan oleh masing-masingnya akan berbeda, bahkan berlawanan dengan
yang lain.
Kemudian norma hokum bias berubah dari zaman ke zaman
mengikuti perkembangan dan perubahan
yang terjadi ditengah masyarakat.
Kesadaran moral individu dan masyarakat menjadi norma
hukum yang sejalan dengan moral meningkatkan kepatuhan terhadap hokum, dan atau
tidak ada orang lain atau aparat penegak hokum melihat dan mengawasinya. Tetapi
peraturan masyarakat dengan hanya mengandalkan kekuatan moral tentu juga tidak akan
efektif karena suatu system tidak akan sanggup menyadarkan semua anggota masyarakat. Anggota masyarakat
yang mau mendengarkan bisikan hati dan memperhatikan norma moral pada umumya
sebagian kecil. Karena itu pembinaan moral perlu diperkuat oleh pendekatan
hokum dan sanksi religious berupa murka tuhan dan hukuman-Nya didunia dan
diakhirat kelak.
C.
Seni
dan Mistisme.
Seni adalah aspek budaya yang cukup tinggi. Tidak ada
masyarakat, walaupun primitive sekalipun yang hidup tanpa seni. Seni mengacu
pada perasaan dan cenderung kepada keindahan. Karya seni adalah karya yang
menampilkan keindahan. Menikmati karya seni adalah menikmati keindahan suatu karya. Bahkan dalam
berpakaian sehari-hari pun, manusia juga memperhatikan keindahan dan
kesingkronan warna, bentuk, bahkan mode yang ditampilkan.
Seni adalah suatu lembaga yang dikembangkan oleh
setiap budaya, baik tradisional maupun modern.
Pentingnya aspek seni tidak hanya sekedar
menghasilkan hal-hal yang selamanya
dianggap khusus karya seni, seperti lukisan, syair, music, dan sebagainya,,
tetapi seni itu hendaknya menjiwai segenap pengalaman ajaran islam dan
aktifitas sehari-hari. Karya Buya Hamka dalam tasauf moderennya (2000) patut
mendapat perhatian dalam mengatasai kegersangan hidup . karena itu beliau juga dikenal sebagai
seniman, penghasil karya seni, yaitu sebagai penulis roma. Dengan demikian,
seni bukan hanya khusus dalam karya seni, tetapi mewarnai segenap aktifitas
kehisupan.
D.
Agama
dan Politik.
Kehidupan bermasyarakat juga tidak dapat dihindarkan dari
aspek kekuasaan dan kepemimpinan. Aspek ini dinakaman aspek politik. Tentu saja
berpolitikan suatu masyarakat, terutama masyarakat berkembang dan modern,
dipengaruhi berbagai hal, seperti adat-istiadat, filsafat dan agama.
Mengenai pengaruh agama terhadap politik perlu
diketahui terlebih dahulu bahwa system politik menyangkut masalah siapa
pemegang kekuasaan, hal ini menyebabkan lahirlah berbagai system politik dan
kedaulatan, ada system ototiter dan demokratis, ada system kedaulatan rakyat
(demokratis), kedaulatan tuhan (teokratis), dan kedaulatan sekelompok orang
tertentu (aristokrasi)
Teori kedaulatan tuhan jelas merupakanpengaruh agama
dalam kehidupan politik. Yang menjadi masalah apakah teori kedaulatan rakyat
dan aristokrasi juga ditimbulkan oleh
atau mengandung elemen pandangan keagamaan tertentu atau tidak. Teori Dukheim
tentu akan menjawabnya dengan “iya” jangankan sistem politik, system hokum dan
ekonomi pun yang lebih spesifik disbanding cakupan politik adalah realisasi
dari pandangan keagamaan dan filosofis tertentu. Bukti tentang ini tergantung
pada kejelian menelusuri masing- masing system secara historis. Pendapat bahwa
kepala Negara harus bertakwa kepada tuhan,
harus seorang laki-laki misalnya, adalah pengaruh agama dalam kehisupan
politik. Bahkan demokrasi pun dapat ditelusuri dari ajaran agama, seperti
ajaran wajib bermusyawarah dalam masalah kehisupan bersama. (lihat Al- Rayis,
1976; Boland,1971; dan Maarif, 1985), semua ini dan banyak lagi yang lain
merupakan bukti bahwa betapa system
politik sangat berpengaruh terhadap keagamaan suatu masyarakat dan penting
derta menarik untuk diteliti oleh sosiologi agama.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar